Isu pemanasan global dan perubahan iklim dibahas dalam pertemuan tokoh lintas agama dari 30 negara di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Indonesia diwakili oleh Ketua Bidang Dakwah
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan negara-negara di dunia akan ancaman nyata perubahan iklim.
Isnawati Hidayah, seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Negeri Malang (UM) berbicara soal ketahanan pangan dan perubahan iklim di Forum Pangan Dunia
Ketua Kelompok Riset Ekonomi Sirkular dalam Simbiosis Sumberdaya Alam Pusat Ruset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH), Tri Martini, menilai perlu memikirkan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata dan ekonomi kreatif
Ketua Pusat Pengkajian Islam Universitas Nasional, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, mengungkapkan, ilmuwan muslim dari seluruh dunia sebenarnya memiliki perhatian besar terhadap isu krisis iklim.
Menurut Ketua Pusat Pengkajian Islam Universitas Nasional, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, di era modern ini, bumi yang diciptakan Allah mengalami degradasi atau kerusakan yang sangat massif. Umat Islam harus serius menyelamatkan lingkungan.
Salah satu solusi paling efektif menyiasati kelangkaan pangan adalah menyiapkan swasembada pangan secara berkelanjutan. Itu bisa dilakukan dengan menyiapkan ekosistem-ekosistem pertanian berbasis inovasi teknologi.
Chairman of Center for Islamic Studies Universitas Nasional, Dr. Fachruddin Mangunjaya, mengatakan, Islam sudah memberikan panduan lengkap tentang upaya penanggulangan perubahan iklim.
Cuaca ekstrem diikuti hujan deras kerap terjadi beberapa pekan terakhir. Pakar Lingkungan Universitas Nasional Dr. Fachruddin Mangunjaya, menjelaskan, hal tersebut lebih sering terjadi daripada sebelumnya akibat perubahan iklim.