Lewat Jamaat-e-Islami, al-Maududi mengusung visi Islam yang mencakup politik, ekonomi, dan budaya. Kritiknya pada Barat menginspirasi gerakan Islam dari Pakistan hingga Indonesia.
Dari jihad politik di Sudan, persatuan umat ala al-Afghani, hingga kebebasan akal menurut Abduh, fiqh prioritas para pembaru lahir dari konteks zamannya. Kini, umat dihadapkan pada tantangan baru.
Di masjid kecil Ismailiyah, Hasan al-Banna menolak perdebatan remeh dan menanamkan skala prioritas: persatuan umat, politik sebagai ibadah, serta Islam sebagai jalan hidup menyeluruh.
Dari seruan tauhid Muhammad bin Abd al-Wahhab hingga gagasan moderasi Yusuf al-Qaradawi, fiqh prioritas selalu berubah mengikuti konteks zaman. Pertanyaan kini: apa yang paling urgen bagi umat?
Sejarah Islam menegaskan, pilihan tak selalu hitam-putih. Ibn Taimiyah dan Yusuf al-Qaradawi mengingatkan: bijaklah memilih yang lebih maslahat dan menolak mudarat yang lebih besar.
Imam al-Ghazali mengingatkan: haji sunnah berulang bisa menjerumuskan pada kesalehan semu. Lebih utama menolong tetangga lapar daripada menambah hitungan perjalanan suci.
Rajin beribadah, tapi pelit berbagi. Bagi Imam al-Ghazali, itulah kesalehan yang tertipu: tampak taat, namun gagal menunaikan amanah sosial. Begini penjelasannya.
Dalam Ihya Ulum al-Din, al-Ghazali menulis bahwa memberi makan orang lapar lebih utama daripada berpuasa panjang. Sebuah kritik sosial yang terasa segar hingga kini.
Dari Ihya Ulum al-Din hingga Fiqh Prioritas, para ulama menegaskan: umat sering terjebak dalam hierarki ibadah yang terbalik, menjadikan agama tampak saleh tapi rapuh.
Imam al-Ghazali sudah lama mengingatkan: amal bisa berubah jadi dosa bila salah urutan. Masjid berdiri megah, tapi di baliknya fakir miskin tetap terabaikan.
Fiqh prioritas mengingatkan: jangan sibuk soal kecil, lalai pada perkara besar. Dari syair Ibn al-Mubarak hingga tafsir al-Qardhawi, warisan klasik ini tetap relevan bagi umat kini.
Uang dalam pandangan Islam bukan segalanya. Ia harus berputar, bukan ditimbun. Modal hanyalah alat, sedangkan manusia dan alam tetap jadi pusat kehidupan.