Syariah bukan sekadar ibadah individual. Ia dirancang untuk menumbuhkan persatuan. Dari saf salat hingga jadwal Idul Fitri, Islam mengajarkan bahwa kekuatan lahir dari kebersamaan.
Islam mengguncang fondasi kesetiaan jahiliyah: dari loyalitas sempit pada kabilah menuju ikatan universal bersama umat. Sebuah pergeseran yang menghapus fanatisme dan mengusung keadilan.
Dalam fikih, ada kaidah penting: mendahulukan maslahat besar daripada kepentingan kecil. Prinsip ini, yang dikenal sebagai fiqh prioritas, kini relevan di panggung kebijakan publik modern.
Di tengah maraknya amalan sunnah, sering terlupa fondasi agama: fardhu. Yusuf al-Qardhawi lewat Fiqh Prioritas mengingatkan, jangan sibuk di pinggiran hingga lalai pada kewajiban utama.
Ada pula yang menganggap menjauhi dunia adalah ibadah tertinggi. Namun bagi al-Qardhawi, Islam tidak mendorong umatnya menjadi rahib. Justru sebaliknya, Nabi Muhammad menolak sikap mengucilkan diri dari masyarakat.
Dalam praktik keagamaan, umat sering kali lebih sibuk memperdebatkan perkara cabang: posisi tangan saat shalat, tata cara zikir, model jilbab, atau bahkan sekadar intonasi bacaan doa.
Dalam praktik sehari-hari umat Islam, amalan lahiriah justru sering lebih bising: panjang jenggot, potongan celana, posisi tangan saat shalat. Soal hatiniat, ikhlas, taqwakalah gaung.
Masa-masa fitnah sebagai periode langka yang justru menuntut kerja keras ekstra. Keperluan untuk melakukan amal saleh pada masa seperti ini lebih ditekankan daripada masa-masa yang lain.
Tafsir para ulama menjelaskan bahwa fitrah juga mencakup jasmani, akal, dan roh. Keinginan manusia terhadap lawan jenis, harta benda, keindahan duniawi adalah bagian dari fitrah.
Peringatan keras itu bukan tanpa sebab. Nabi melihat kecenderungan sebagian orang menumpuk amal dalam tempo singkatpenuh gairah di awal, lalu bosan dan berhenti di tengah jalan.
Ketika yang remeh dielu-elukan dan yang pokok diabaikan, saatnya kita kembali membuka Al-Quran dan menakar ulang apa yang sesungguhnya paling dikehendaki agama.
Ketika lembaga pendidikan Islam sibuk menghafal perdebatan klasik dan melupakan tantangan kekinian, umat hanya dijejali hafalan tanpa arah. Seruan Yusuf al-Qardhawi tentang Fiqh Prioritas semakin relevan.
Salah satu teladan yang paling jelas dari metode bertahap itu adalah soal pengharaman khamar. Al-Quran tidak serta-merta mengharamkan minuman keras di awal dakwah.