Menurut Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, medan dakwah santri sangat luas. Santri bisa menjadi seorang pengusaha maupun aparat dan mampu menduduki jabatan apa saja di pemerintahan seperti menteri, gubernur, wakil presiden, hingga presiden.
Direktur Utama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bunyan, Topan Mai Disyam, menilai pesantren pesantren sangat berperan menggerakkan ekonomi syariah di Indonesia. Namun 90 persen guru di pesantren berpenghasilan di bawah garis kemiskinan. 70 persen santri tidak mendapatkan gizi seimbang.
Baru-baru ini viral di media sosial seorang santri ketiduran setelah menunaikan shalat. Awalnya tampak biasa-biasa saja, namun saat bangun santri tersebut harus menahan malu lantaran ditonton puluhan santriwati.
Pondok pesantren jadi sekolah sekaligus rumah bagi santri. 24 jam hidup santri ada di pesantren. Momen-momen unik dan tak terlupakan pasti banyak dialami santri. Berikut di antaranya.
Seorang santri sangat penting memperhatikan adab terhadap guru sebelum menuntut ilmu. Itu agar ilmu yang didapat mendapatkan keberkahan dari Allah Taala
Ais Nusantara menjadi komunitas dakwah digital bentukan para santri. Akun dakwah ini digagas untuk menyebarkan kesejukan bahwa Islam rahmatan lil alamin.
Di Sumsel saat ini ada lebih dari 400 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 98 ribu orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 8.000 santri yang sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.
Santri memiliki pemahaman keagamaan yang toleran, maka harus hadir dalam mengisi ruang digital. Maka penting seorang santri meningkatkan kapasitas literasi digital meliputi digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety.
Santri tidak akan pernah memberikan celah terhadap ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bakal menjaring 550 santri dari seluruh pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk dilatih menjadi animator