Program ini, tambah Waryono, akan menyasar sekitar 1.000-1.500 ponpes di seluruh Indonesia dengan harapan dapat membantu pengembangan bisnis usaha pesantren.
As-Sayyid Muhammad Ishom Al Hasani merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah. Pesantren Al Kahfi sudah mewarnai khazanah keilmuan Islam di Indonesia sejak abad ke-14.
Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah sudah berdiri sejak 1475 M dan masih eksis sampai sekarang. Tahun pendirian tersebut bisa dilihat dari Prasasti batu zamrud ziberia berbobot 9 Kg yang ada dii dalam Masjid Pondok Pesantren tersebut.
Pesantren Muhammadiyah merupakan representasi gerakan modern dan gerakan tajdid. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan, tajdid memiliki dua pengertian yakni purifikasi dalam persoalan ibadah dan akidah serta dinamisasi dalam persoalan kehidupan duniawi.
Namun, beda halnya dengan ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur. Tak hanya mengajarkan bahasa Arab, ponpes ini juga mengenalkan bahasa Mandarin pada para santrinya.
Pengasuh Pesantren Al-Husna Kajen, Kabupaten Pati, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib atau akrab disapa Gus Nadhif mengungkapkan, para peneliti dari Jerman sangat terkesan dengan sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) tengah membangun pondok pesantren di Kampung Cipancur, Sukacai, Baros, Serang, Banten. Pesantren seluas sekira 1,5 hektar itu diberi nama Pesantren Mahad Islam Rafiah Akhyar (MIRA) Institute.
Kota Semarang memiliki sebuah pesantren unik dengan santri remaja dari berbagai latar belakang. Namanya santri ndalan (Sandal) nusantara. Pesantren ini syiar agama dengan cara yang berbeda dari pondok pesantren pada umumnya.
Pada umumnya, pesantren lebih banyak fokus mengkaji ilmu agama Islam. Berbeda dengan SMA Muhammadiyah Pesantren Sains (Trensains) Sragen, Pesantren Sains pertama di Indonesia ini mengintegrasikan al-Quran dan Sains untuk melahirkan saintis muslim.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menyebut jumlah pondok pesantren di bawah naungan Muhammadiyah terus bertambah. Pada 2015 lalu, jumlah Pesantren Muhammadiyah hanya 19 pondok. Pada 2022 sudah ada 31 pondok pesantren.
Sebelum sistem pendidikan modern berupa sekolah dikenalkan oleh penjajah Belanda, Indonesia sudah memiliki sistem pendidikan sendiri berupa pesantren. Kemudian muncul madrasah yang jadi antitesis sekolah ala penjajah.
Ketua Dewan Pimpinan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), Ismid Hadad, menilai pondok pesantren memiliki peran besar untuk melestarikan lingkungan. Selain memiliki pengaruh di tengah masyarakat, banyak pesantren yang memiliki program Ekopesantren.