Ma'ruf Amin mendukung pembangunan pusat pendidikan di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di, Barus, Tapanuli Tengah. Pusat pendidikan itu berpotensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan alamnya.
Indonesia kembali dibuat bangga atas prestasi anak bangsa. Kali ini mahasiswa di Universitas British Columbia Bachelor of Applied Science, Miklos Sunario (19) mendapat kesempatan berpidato di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (31/1/2023)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menegaskan bahwa pendidikan Indonesia harus memiliki basis nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
Ketua PW Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur, Chamid, mengatakan, kasus ratusan pelajar hamil di luar nikah di Ponorogo, Jawa Timur merupakan masalah bangsa, negara, dan semua elemen masyarakat. Maka itu, ajaran Tri Sentra Pendidikan Ki Hajar Dewantara harus dihidupkan.
Selain dituntut untuk menguasai 4 kompotensi (kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional), guru juga dituntut untuk menguasai pengetahuan teknologi informasi.
Pakar Parenting Muslim, Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, mengatakan, sekolah tidak sekadar berperan sebagai tempat untuk mentransfer pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi institusi yang berperan mendidik anak-anak bangsa.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Agus Purwanto (Gus Pur), mengatakan, universitas yang ada saat ini terlahir dari rahim Islam. Maka semangat keilmuan dalam Islam harus dilestarikan.
pada pertemuan kali ini, kedua belah pihak fokus membahas persoalan kerja sama di bidang pendidikan. Pihaknya juga menyediakan beasiswa untuk para pelajar Kenya dengan regulasi tertentu.
Dia menjelaskan bahwa cara ini sangat efektif bagi anak agar tertarik untuk belajar. Karena dalam aplikasi-aplikasi game pembelajaran itu di desain semenarik mungkin.
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan menggelar acara wisuda sarjana perdana di Ballroom Raja Seafood, Kunigan, pada Sabtu, 24 Desember 2022.
Aktivitas Pendidikan sekaligus Direktur Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan menyebut berdiskusi menjadi cara tepat mengajarkan konsep berbagi pada anak.
Penyebab terjadinya kekerasan pada guru karena ruang kelas kita cenderung tidak dikelola dengan baik. Ruang kelas kita itu kayak hutan rimba, siapa yang kuat maka dia yang berkuasa, katanya.