Menurut Ustaz Jeje, seorang mujtahid itu idealnya dalam memutuskan fatwa bukan hanya mempertimbangkan fahmun nushus (faham teks) tapi juga fahmun naas (memahami kondisi atau realitas manusia).
Pada dasarnya setiap umat muslim diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tetapi ibadah yang dilakukan semestinya didasarkan atas kecintaan kepada Sang Khalik.
KH Jeje menilai, kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino dalam perekonomian masyarakat. Harga BBM yang tinggi bisa membuat daya beli masyarakat menurun.
Ketua STAIPI Jakarta ini menjelaskan, berdasarkan hadis tersebut, pada masing-masing mukmin yang lemah ataupun yang kuat itu memiliki kebaikan tersendiri.
KH Jeje menjelaskan, banyak orang-orang kafir yang percaya akan adanya hari kiamat. Namun yang mereka tidak percaya yakni kehidupan setelah hari akhir.
Dalam rangka menyambut Muktamar Persis XVI di pertengahan September 2022 mendatang, diharapkan pada Muktamar nanti dapat menetapkan regulasi atau peraturan perundang-undangan jam'iyyah.
Dalam acara ini, Persis mengundang sejumlah tokoh-tokoh penting di Jawa Barat, seperti Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, dan Bupati Kabupaten Bandung.
Komitmennya yang kuat dalam gerakan dakwah dan organisasi keislaman, keluasan wawasan dan ilmu, serta keluwesannya dalam pergaulan dengan berbagai organisasi pergerakan Islam menyebabkan ia banyak diminta gabung dengan berbagai organisasi dan lembaga dakwah.
Ustaz Jeje menyatakan rasa prihatin karena LGBT disepakati dunia internasional sebagai penyimpangan orentasi seksual yang harus diobati. Kemudian berubah menjadi bagian dari HAM.
Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Dr KH Jeje Zaenuddin, menilai, salah satu kendala besar masyarakat Indonesia sulit menyatukan cita-cita bersama lantaran masih ada dikotomi kaum islamis dan nasionalis.
Wakil Ketua Umum PP Persis, Dr KH Jeje Zaenuddin, mengungkapkan, seorang muslim wajib menjaga lingkungan. Itu menjadi satu implementasi dari dua dimensi konsep berislam.
Pendiri bangsa sudah sepakat menggabungkan antara keagamaan dan kenegaraan. Penyatuan dua poin itu jadi kunci terciptanya persatuan Indonesia. Wakil Ketua Umum PP Persis, Dr KH Jeje Zaenuddin, menyebut dikotomi yang memisahkan kaum nasionalis dan Islamis harus dihapus.