Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menyebutkan, isu Islamofobia mesti dihadapi dengan perlawanan dan aksi nyata.
Ada faktor internal dan eksternal perkembangan Islamofobia di tanah air. Pengaruh ini tak terlepas dari masalah mahzab, ideologi dan budaya di Indonesia.
Negara harus hadir untuk menjawab Islamofobia di masyarakat. Sebab Indonesia merupakan negara mayoritas muslim, namun malah khawatir akan kebangkitan Islam.
Menjadi mualaf merupakan suatu anugerah yang sangat mahal bagi mereka yang mendapatkan hidayah, karena hidayah tidak kunjung datang apabila seseorang tidak berusaha mencarinya.
Ada 5 buku Islami yang direkomendasikan untuk mendalami Islam. Buku-buku ini bisa menjadi inspirasi bila ingin menjalani hidup sebagai muslim yang taat.
Sejarah diadakannya pameran buku Islamic Book Fair (IBF) berangkat dari cita-cita untuk meningkatkan literasi agama Islam kepada masyarakat di Tanah Air.
Agama Islam di Indonesia lahir dari ujung barat sebelah utara Indonesia yakni Aceh, Kerjaan Samudera Pasai. Jejak awalnya ditemukan dari bukti-bukti arkeologis.
Setelah para pedagang berhasil tembus ke Nusantara, penyebaran dakwah selanjutnya dilakukan dengan pendidikan, tasawuf, hingga pernikahan. Penyebaran Islam menembus Nusantara untuk kali pertama tepatnya di Sumatera.
Padahal, lanjut Mufidah, Islam mengakui hak-hak dan meninggikan kehormatan kaum wanita. Bahkan, pengakuan tersebut sudah ada sejak turunnya agama Islam.
Keberadaan Citayam Fashion Week atau CFW menjadi sorotan banyak pihak. Anak-anak SCBD ini dinilai perlu mengenal agama lebih jauh, agar paham adab-adab bergaul.
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki, menilai umat Islam di Indonesia merupakan salah satu umat Islam yang terbaik di dunia. Indikasinya, masyarakatnya menerima Islam tanpa masalah. Kehadiran Islam pun direspon sangat positif.
Ada beberapa dosa besar yang harus dijauhi umat Islam, di antaranya syirik dan murtad. Keduanya sama-sama dibenci oleh Allah SWT, namun ada perbedaan mendasar.