Sikap moderat dalam keseharian, berbangsa, dan beragama merupakan langkah yang tepat di tengah keragaman bangsa Indonesia. Sikap moderat juga menjadi sarana efektif dalam menjaga akidah dan agama masing-masing penganutnya.
Pemda juga dapat menyediakan alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 untuk pendidikan agama dan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama.
Islam dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan satu kesatuan, sebab NKRI dibentuk berdasarkan nilai-nilai agama, salah satunya di Pancasila.
Sejarah munculnya Islamofobia di Indonesia berawal dari kelompok-kelompok yang tak ingin umat bersatu dan berkembang. Pelopornya dari internal dan eksternal.
Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Dr. KH. Jeje Zaenuddin, mengatakan, konsep Islam di dalam Al-Quran memiliki dua dimensi. Ada Islam dengan makna dinullah (agama Allah) dan Islam dengan makna sunnatullah.
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menyebutkan, isu Islamofobia mesti dihadapi dengan perlawanan dan aksi nyata.
Ada faktor internal dan eksternal perkembangan Islamofobia di tanah air. Pengaruh ini tak terlepas dari masalah mahzab, ideologi dan budaya di Indonesia.
Negara harus hadir untuk menjawab Islamofobia di masyarakat. Sebab Indonesia merupakan negara mayoritas muslim, namun malah khawatir akan kebangkitan Islam.
Menjadi mualaf merupakan suatu anugerah yang sangat mahal bagi mereka yang mendapatkan hidayah, karena hidayah tidak kunjung datang apabila seseorang tidak berusaha mencarinya.
Ada 5 buku Islami yang direkomendasikan untuk mendalami Islam. Buku-buku ini bisa menjadi inspirasi bila ingin menjalani hidup sebagai muslim yang taat.