Kata halal berasal dari akar kata yang berarti lepas atau tidak terikat. Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang terlepas dari ikatan bahaya duniawi dan ukhrawi. Karena itu, kata halal juga berarti boleh.
Surah Abasa, yang memerintahkan manusia untuk memperhatikan makanannya, menyebutkan berbagai jenis tumbuhan yang telah disiapkan Allah untuk kepentingan manusia dan binatang.
Quraish Shihab mengatakan Al-Qur'an menjadikan kecukupan pangan serta terciptanya stabilitas keamanan sebagai dua sebab utama kewajaran beribadah kepada Allah.
Para ulama berkesimpulan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang ada di alam raya ini adalah halal untuk digunakan, termasuk makanan yang terdapat di dalamnya.
Allah menciptakan dan mengelola alam raya ini dengan keadilan, dan menuntut agar prinsip keadilan mencakup seluruh aspek kehidupan: akidah, syariat atau hukum, akhlak, bahkan dalam urusan cinta dan benci.
Tiga kata dalam Al-Quran yang merujuk pada konsep keadilan, qisth, adl, dan mizan, digunakan dalam berbagai bentuk dan konteks sebagai perintah kepada manusia untuk berlaku adil.
Menurut akademisi dan ahli tafsir, Quraish Shihabm banyaknya pelayat yang hadir di pemakaman Ibrahim menjadi bukti bahwa sang menantu dikenal sebagai orang baik.
Najwa lalu bertanya pada Quraish Shibab, bagaimana cara untuk menghadapi kenyataan atas kematian orang yang paling dekat. Bagi Nana, mempersiapkan dan menerima hal itu tentu sulit sekali.
Meskipun pengertian keadilan tidak selalu menjadi antonim dari kezaliman, 'adl yang berarti sama memberi kesan adanya dua pihak atau lebih, karena jika hanya satu pihak, tidak akan terjadi persamaan.
Dari rangkaian ayat di atas, kata Quraish, terlihat bahwa keadilan akan mengarah pada ketakwaan, dan ketakwaan tersebut pada gilirannya akan mendatangkan kesejahteraan.
Tidak satu pun ayat maupun hadis yang menyebutkan secara pasti kapan waktu kedatangannya. Bahkan, secara tegas dinyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi.
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapatkan rezeki. (QS Ali 'Imran 3: 169)