Abul Ash Ibnu Rabii terlambat masuk Islam sehingga sempat mempunyai masalah dengan Rasulullah. Dia ikut dalam perang Badar bersama pasukan musyrik Quraisy. Ia menjadi tawanan kaum muslimin di perang tersebut.
Rasulullah berharap Aisyah dapat menjadi salah seorang pemimpin kaum ibu muslim yang dapat menyampaikan ajaran-ajaran beliau mengenai masalah perempuan. Ia adalah istri Nabi yang paling cepat dan cerdas memahami ajaran Islam.
Baik orang Madinah maupun orang Mekkah terkejut melihat perilaku Nabi terhadap anak perempuan. Sebab orang Arab pada masa itu tidak terbiasa memperlakukan anak mereka seperti itu, apalagi pada anak perempuan.
Penggagas Sekolabilitas yakni lembaga advokasi untuk kaum disabilitas, Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh pertama yang menggagas dan membela hak-hak kaum disabilitas.
Khadijah tak hanya mengorbankan harta untuk kepentingan dakwah. Tapi juga selalu mampu jadi penguat dan pelipur lara Rasulullah. Hal itulah yang membuat cinta beliau kepada sang istri sangat mendalam.
Rasulullah adalah tetangga yang baik bagi tetangga-tetangganya. Baik tetangga dekat maupun yang jauh. Dalam Islam, tetangga tidak hanya mereka yang tinggal bersebelahan dengan rumah kita. Tetapi selama itu terjangkau dengan jangkauan yang wajar.
Menurut Ustadz Abdul Somad berdasarkan penjelasan para ulama, kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah nikmat dan karunia terbesar yang mesti diingat serta disyukuri oleh umat Islam.
Rasulullah SAW pernah marah kepada Usamah bin Zaid, anak dari anak angkat yang sangat disayanginya. Usamah dalam satu perang membunuh seorang pria yang mengatakan bahwa dia adalah seorang Muslim yang putus asa. Pria itu membacakan dua kalimat syahadat setelah dipojokkan oleh Usamah.
Banyak sekali peristiwa yang menunjukkan cinta Rasulullah kepada anak-anak. Hal itu menunjukkan ketawadhuan dan akhlak beliau. Rasa sayang beliau tunjukkan kepada anak-anak, meskipun itu bukan anaknya, bukan cucunya.