Sandi menyebut, dalam dunia entrepreneur Nabi Muhammad adalah seorang private equity atau pengelola modal pertama di dunia. Beliau mengelola aset atau modal milik Siti Khadijah. Cara berbisnis ini pun yang ditiru oleh Sandiaga ketika memulai karir di dunia entrepreneur.
Pernah suatu ketika di sudut Madinah seorang pengemis yahudi selalu menghina Baginda Nabi Muhammad SAW. Namun hal berbeda ditunjukkan oleh Baginda Nabi. Ia menunjukkan keteladanan kepada umat manusia. Setiap pagi beliau mendatangi pengemis itu sembari membawa makanan.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, memaparkan 25 fungsi Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW. Masjid kala itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual saja, namun segala aktivitas sosial masyarakat hingga teknis pemerintahan.
Dengan keagungan dan kemuliaan Rasulullah, beliau juga dikenal sebagai seorang marketer yang cerdas dan beretika. Sifat-sifat itu pada saat ini menjadi dasar penting dalam marketing syariah atau spiritual marketing.
Pernyataan Islam tersebar dengan kekerasan tidak bisa dibenarkan. Ustadz Fahmi Salim menyebut, pada zaman Rasulullah terjadi 82 kali peperangan. Namun 60 tidak terjadi kontak fisik sama sekali atau tidak ada pertumpahan darah.
Carlyle menulis sebuah buku berjudul On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History dan diganjar penghargaan Nobel. Di buku itu Carlyle menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah Pahlawan dan menyebutnya sebagai Nabi terakhir.
Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi ummat meneladani perilaku Rasulullah. Berbagai hal bisa dicontoh, salah satunya cara yakni agar dagangan laris dengan modal jujur.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, menceritakan, Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan tiga pilar yakni pendidikan, ekonomi, dan gerakan politik.
Dalam buku The 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History, penulisnya Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad sebagai sosok paling berpengaruh di dunia sepanjang masa. Apa alasannya?
Tidak ada yang meragukan jika Rasulullah SAW merupakan manusia paling mulia yang pernah ada di muka bumi. Meski begitu, beliau tetap menempatkan diri sebagai seorang hamba dengan terus beribadah tiada henti.
Rasulullah berdakwah dengan rahmah kepada kaum nasrani. Berdialog seputar aqidah dengan mereka namun tidak memaksa dan menghormati perbedaan pendapat. Walau berbeda agama, Nabi tetap bersikap baik dengan umat nasrani.
Rasulullah SAW melihat tawanan sebagai objek dakwah, sehingga diperlakukan dengan baik. Demikian juga para sahabat beliau. Mereka mempraktikkan akhlakul karimah secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah menimbang permusuhan sebagai bagian dari tantangan dakwah. Beliau selalu berusaha menarik lawan menjadi kawan. Ia melakukan berbagai hal untuk mencapai tujuan mulia.