Di antara semua doa, ada satu yang paling sering Rasulullah SAW ucapkan. Bukan doa yang panjang dan rumit, tetapi sederhana dan padat: doa sapu jagat. Doa yang mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat sekaligus.
Bagi lelaki Anshar itu, kunci surga bukanlah ibadah fisik yang mencolok, melainkan keikhlasan hati: tak menyimpan dengki, tak menaruh dendam, dan selalu ridha atas takdir Allah.
Beliau menegaskan bahwa tidak ada satu pun hadis sahih yang memastikan bahwa makhluk pertama adalah Nabi Muhammad, atau pena, atau akal, sebagaimana kerap diklaim oleh sebagian orang.
Banyak yang mengira hijrah Nabi Muhammad ? ke Madinah terjadi di bulan Muharram. Sejarah berkata lain. Kalender Hijriyah justru lahir bertahun-tahun setelah hijrah itu sendiri.
Dalam salah satu sabdanya yang populer dan sahih, Rasulullah ? menetapkan sebuah garis terang dalam sejarah umat Islam. Sebaik-baik manusia adalah masaku, lalu generasi sesudahnya, lalu generasi sesudahnya.
Beliau tidak disebut dengan terang. Tapi sebagian umat meyakini tanda-tandanya ada. Bahwa nama Ahmadsebutan alternatif bagi Muhammad SAWtelah disebut-sebut dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran.
Ayat ini bukan sekadar penegasan status manusiawi Nabi Muhammad, tapi juga menantang kita untuk memahami mujizat dalam dimensi yang lebih dalam: rasional dan abadi.
Malam jatuh perlahan di kota Makkah, saat para lelaki Quraisy menyesap nabidh di sekeliling Kakbah. Mereka duduk melingkar, menyimak kisah dari utara dan selatan, dari Yaman hingga Hira, dari Ghassan hingga pedalaman Hijaz.
Sementara Nabi menyampaikan khotbah ini, Rabiah mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta agar orang-orang memperhatikan dengan penuh kesadaran.
Ribuan orang datang ke Madinah dari berbagai penjuru: dari kota-kota dan pedalaman, dari pegunungan dan padang pasir, dari semua pelosok Tanah Arab yang membentang luas.
Wanita sihir ini mematut dirinya dengan pakaian indah-indah dan penuh permata, menutupi mukanya dnegan cadar, kemudian mulai merayu manusia. Sangat banyak dari mereka yang mengikutinya menuju kehancuran diri mereka sendiri.
Salah satu tanda-tanda kiamat sudah dekat adalah kemunculan Dajjal, yang mengaku sebagai nabi, baik pada masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat.
Dalam Islam, tidak dikenal pemisahan antara agama dan negara, antara kehidupan spiritual dan sosial. Prinsip ini tercermin dalam ayat Al-Quran: Taatilah Allah dan Rasul-Nya.