Peserta yang lolos berasal dari 244 lembaga pendidikan yang tersebar di 22 provinsi. Jumlah dan sebaran peserta ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang tercatat diikuti 281 peserta dari 19 provinsi.
Para santri bergantian menjadi imam shalat, menjadi bilal, dan menjadi muazin. Mereka juga bergiliran menyampaikan kultum terkait tafsir Al-Qur'an setiap ba'da dzuhur.
Al-Qur'an sebagai sumber nilai hendak diterjemahkan Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki menjadi sebuah peradaban Qur'ani di Sinjai, Sulawesi Selatan, daerah para Panritta.
Al-Furqan tak sekadar menjadi rumah untuk kegiatan menghapal saja. Di sana, para santri diajak untuk bertadabbur Qur'an sedari dini, menyelami mutiara hikmah.
Yayasan dengan jumlah pengajar lebih 35 guru diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dari kebiasaan memajang atau menyimpan kitab suci umat Islam itu, kepada tadarrus, tadabbur, dan menghafalnya.
Muhammad Rozi Bin Errys, santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Nuurul Waahid Purworejo. Ia mampu menghafal 30 juz saat masih berusia 19 tahun hanya dalam waktu 10 pekan.
Sebagai anggota TNI Angkatan Laut, Nabil merasa gusar dengan kondisi anak muda saat ini yang mulai melupakan Al-Qur'an. Banyak generasi muda yang tak lagi merindukan keberkahan Al-Qur'an.
Rumah Tahfizh Al-Qur'an memiliki cara unik dalam mendidik para santri menyempurnakan hafalan Al-Qur'an. Para santri diajak rihlah (rekreasi) ke alam untuk murojaah hafalan sekaligus bertadabbur.
Ketua KPK Periode 2011-2015, Abraham Samad, mengubah kediaman pribadinya menjadi Pesantren Mahasiswa Dai dan Penghafal Al-Quran (Pesma Dai). Rumah tersebut terletak di kawasan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Imelda Fitriani bukan gadis biasa. Ia merupakan santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Garut, Jawa Barat yang mengundang decak kagum lantaran mampu menghafal 30 juz dalam waktu 1,5 bulan saat berusia 16 tahun.
Berawal dari ngaji ala kampung, lembaga tahfiz Quran di Kampung Tanjung Manggis, Kubu Raya, semakin berkembang. Awal hanya ada 4 santri, kini menjadi 30 orang.