Tren makanan dan minuman kekinian memang tak ada habisnya. Namun terkadang tak sedikit orang FOMO (Fear of Missing Out) dengan tren tanpa memikirkan risikonya.
Karena itu, bagi sebagian anak memilih untuk menyembunyikan kondisi kesehatan orang tuanya, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Alasannya adalah tak ingin membuat orang tua makin stres.
Ada sejumlah gejala stres pada anak yang wajib diketahui orangtua. Reaksi ini bisa terlihat pada kondisi kesehatan tubuh, sehingga jangan dibiarkan begitu.
Pendakwah sekaligus praktisi pengobatan sunah Indonesia, dr Zaidul Akbar mengatakan Nabi SAW ketika hujan turun beliau membuka penutup kepalanya dan mengatakan ini adalah rahmat dari Allah SWT yang baru saja turun dari langit.
Untuk melindungi diri dari serangan penyakit, ada baiknya mulai menjaga imun tubuh dan mengenali beberapa jenis penyakit yang biasanya muncul di musim hujan.
Umumnya, individu yang mengidap misophonia dipicu oleh suara orang sedang mengunyah makanan, gesekan tertentu, seperti wiper kaca, atau suara berulang lainnya.
Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (Kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban memberikan tanggapan terkait laporan kasus istri tertular HIV dari suami.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pasien cacar monyet pertama di Indonesia bertempat tinggal di sebuah indekos di Jakarta.
Orang tidak menjaga kesehatan bisa jadi termasuk dalam golongan yang menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Sebab, tidak merawat apa yang telah diberikan oleh Allah.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan hal pertama yang harus dilakukan dalam kondisi wabah seperti ini yakni ikhtiar.
Penyebaran wabah cacar monyet pernah terjadi di Afrika pada tahun 1970 silam, di Kongo, Afrika Selatan. Penyakit tersebut diindikasikan berkaitan dengan kegiatan berburu, memasak, dan mengonsumsi daging tikus atau monyet yang terinfeksi.
Survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) mengatakan, 87 persen orang dewasa stres diakibatkan oleh tingginya harga kebutuhan dan pandemi tak kunjung usai.