Di berbagai belahan dunia, Hari Ibu ternyata juga dirayakan di banyak negara. Termasuk negara-negara Islam. Lalu, bagaimana pandangan ulama dunia terkait perayaan Hari Ibu?
Qasidah yang menjadi official song itu ditulis langsung oleh Rais Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan diaransemen oleh seniman dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Sastro Adi.
Allah menghendaki manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan berbeda bahasa agar dapat saling menghargai. Sebagaimana dicantumkan dalam surat Al-Hujruat ayat 13:
Rais Am Jamiyah Ahlith Thariqah Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya memberikan tiga pesan penting kepada para santri di seluruh Indonesia.
Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, menjelaskan peran pesantren dalam mencerdaskan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pesantren menjadi basis terdepan dalam menggapai cita-cita Indonesia Maju.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam Mafahim Yajibu An-Tushahla berpendapat, sesungguhnya mengadakan maulid nabi merupakan tradisi dari tradisi-tradisi yang baik.
Salah satu sebutan untuk ulama di Indonesia adalah Kiai. Ternyata tak sembarang orang bisa digelari. Lalu siapaka yang bisa dipanggil Kiai? Berikut pnejelasan Mantan Ketua MUI dan Rais Aam PBNU Almarhum KH Sahal Mahfudz
Dai dengan logat kental khas bugis ini kini jadi salah satu mubaligh favorit masyarakat. Pesan-pesannya mengingatkan masyarakat dengan gaya khas dan cerdas membuat publik terpikat dan mengikuti ajakan baiknya. Apa rahasia dibalik tausiyahnya? Simak wawancara eksklusif berikut!
Salah satu tempat yang menjadi taman surga di dunia adalah pesantren. Sebab, pesantren adalah tempat ilmu-ilmu agama diajarkan. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW.
Pembatasan keturunan dalam konteks menjadikannya sebagai prinsip hidup semacam ideologi atau menganggapnya sebagai akhlak terpuji ditolak keras oleh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
Dalam pendidikan terlebih di pesantren, menghormati guru adalah salah satu adab yang sangat ditekankan. Mantan Rais Syuriah PBNU Almarhum KH Sahal Makhfudz memiliki pesan khusus utuk para santri untuk beradab pada guru.
Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, KH Muin Abdurrohim memberikan nasihat amal yang perlu dilakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.
Islam sudah menawarkan solusi dalam menerima informasi hingga menghadapi berbagai perbedaan pendapat di tengah masyarakat. Termasuk dalam menyikapi perbedaan pendapat dan informasi tentang Covid-19.