Pengembangan ekosistem halal di Tanah Air tidak cukup dilakukan hanya dengan kecepatan. Namun, juga diperlukan ketepatan sebagai elemen yang lebih penting.
Sistem logistik halal di Tanah Air masih memiliki kelemahan dari segi aspek ketertelusurannya. Untuk itu, pengembangan sistem logistik halal 5.0 sangat diperlukan.
Pameran tahunan OIC Halal Expo diselenggarakan oleh Islamic Centre for Development of Trade (ICDT) dan the Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC), badan di bawah OIC.
Penyelenggaraan H20 bertujuan untuk memerkuat, mempromosikan, dan mengembangkan kerja sama jaminan produk halal (JPH) dalam pasar global atas dasar saling pemahaman, penerimaan, dan menguntungkan.
Pemberlakuan kewajiban bersertifikat halal bagi produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia sejak 17 Oktober 2019 serta target 10 juta produk bersertifikat halal di tahun 2022 menuntut ketersediaan sejumlah perangkat pendukung yang harus dipenuhi.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi, mengatakan untuk membangun Islamic Ecosystem di dalam negeri memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan MUI yang selama ini berperan besar dalam pengembangan ekonomi syariah.
Menurut dia, industri halal di Indonesia berpotensi bersaing di pasar Internasional. Terlebih, Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Indonesia bertekad menjadi produsen halal terbesar di dunia tahun 2024.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama akan menggelar 4th International Halal Dialogue (4th IHD), di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).
Kiai Aiyub menekankan bahwa industri merupakan pilar penting pada permasalahan halal. Kesadaran industri akan meondorong pemenuhan akan kebutuhan halal.