BPBD DKI Jakarta memperingatkan masyarakat adanya potensi banjir pesisir atau banjir rob terjadi di Jakarta. Banjir rob yang disebabkan fenomena bulan baru ini diperkirakan terjadi pada 3 hingga 10 Januari 2023.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah sedang menuju puncak musim penghujan yang diprediksi akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2023.
Dampak yang dapat terjadi berupa volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis, sehingga mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. Selain itu, hujan lebat mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah.
TMC dilakukan guna menghadapi potensi hujan ekstrem hingga badai di wilayah Jakarta pada periode tanggal 25 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Sebagai upaya kewaspadaan, TMC akan dilaksanakan dengan dua pola untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Suryadi menilai pemerintah perlu memberlakukan satu pintu bagi diseminasi informasi yang terukur tentang cuaca ekstrem, yaitu melalui BMKG sesuai UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
BMKG merilis 14 wilayah di Indonesia yang berpotensi siaga cuaca ekstrem. BMKG pun meminta masyarakat mewaspadai risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2022.
BMKG menyatakan istilah 'badai' ini terkait dengan Siklan Tropis dengan pusaran yang kencang dan disertai hujan lebat. Badai itu berpotensi menjauh dari Jabodetabek dan bergeser ke wilayah Utara Papua.