LANGIT7.ID, Jakarta - Pesantren Tahfidzq Fathan Mubiina (PTFM) Puteri Tanjung Barat dipenuhi dengan euforia menyambut datangnya bulan suci
Ramadhan 1444 H. Kegiatan tarhib yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Jakarta Selatan Yayasan jayakarta Fathan Mubiina (JFM) berhasil membangkitkan semangat santri dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.
Acara yang bertajuk “Ramadhanku Berkualitas, Ibadahku Totalitas” itu menghadirkan sejumlah dai dari Hidayatullah. Ada Ustadz Abdul Ghofar yang didapuk menjadi pemantik pertama dan menyampaikan pentingnya membekali diri dengan ilmu, serta kekuatan iman dalam menyambut Ramadhan.
“Kita pantas bergembira dengan datangnya bulan ini, karena kapan lagi mau serius beribadah kalau enggak di Ramadhann,” kata Wasekjen Hidayatullah itu.
Baca Juga: Menilik Perbedaan Rukyat dan Hilal, Metode Penentu RamadhanAda pula Ustaz Ryan yang memaparkan kaitan antara dunia usaha dengan Ramadhan. Dia mengajarkan bahwa konsep tauhid harus menjadi pondasi utama seorang pengusaha. Mencari rida Allah merupakan tujuan utama dalam mencari rezeki, bukan sekadar harta semata.
“Masalah hasil, kita serahkan ke Allah,” ucapnya.
Ibadah dan kedekatan kepada Allah di Ramadhan tidak menggangu aktivitas dalam menjemput rejeki dan tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja. Seyogianya bagi orang beriman, Ramadhan seharusnya lebih produktif.
Baca Juga: Ketahui 3 Tanda Puasa Seorang Muslim Sukses atau GagalTarhib itu juga diisi oleh Ustadz Muzakir Usman. Dia memberikan penguatan mengenai intelektual dan menegaskan bahwa untuk mencapai kemapanan beribadah serta bermuamalah diperlukan wawasan dan ilmu yang mumpuni.
“Kemenangan intelektual itu harus diraih, dan salah satu momentumnya adalah Ramadhan,” tuturnya. Dia menambahkan bahwa Al Qur’an merupakan sumber keilmuan terbaik bagi umat Islam.
Kegiatan tarhib Ramadhan ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Ketua DPW DKI Ustaz Muhammad Isnaini, pengurus pesantren, wali santri, guru ngaji Rumah Qur’an binaan DPD Hidayatullah Jaksel, serta unsur Mushida Jaksel, dan pemuda Jaksel.
(jqf)