Komunitas Islam di Cape Down kental dengan nuansa dan budaya Indonesia. Beberapa kosa kata Indonesia dan makanan Indonesia pun kini masih eksis di Afrika Selatan.
Saat ini, ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah berhutan, dekat dengan Samudra Atlantik, di Kamerun, tetapi juga di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon, dan Angola.
BBN berkonsentrasi memikirkan masyarakat kawasan padat penduduk dan kumuh. Mereka sangat rentang terkena Covid -19 karena padatnya tempat tinggal mereka, sanitasi air, dan udara yang buruk, Sehingga daya tahan tubuh masyarakat seperti ini juga relatif rendah.
Komunitas yang berdiri sejak 2016 itu merupakan sarana pemersatu wanita atau muslimah yang telah bercadar dan ingin bercadar. Komunitas itu menerima siapapun yang ingin menjadi anggota tanpa memandang latar belakang seseorang.
Komunitas Baper sering mengadakan kajian seminar parenting atau pra-nikah, workshop, pelatihan, bedah buku, kegiatan sosial dan talkshow dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan muslimah.
Banyak komunitas hijrah menawarkan fasilitas hapus gratis untuk orang baru saja hijrah. Salah satu komunitas hijrah yang konsen membantu pemuda hijrah menghapus tato adalah Hijrah Care.
Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 276, Allah berfirman, Allah memusnakan riba dan menyuburkan sedekah. Ayat tersebut menjadi salah satu dasar MTR dalam menjalankan roda komunitas.
Awalnya komunitas ini berdiri karena keprihatinan bahwa mayoritas pengusaha muslim tidak sesukses dengan pengusaha nonmuslim. Tak hanya itu, perekonomian umat Islam terkesan tertinggal, sehingga perlu ada terobosan sebagai upaya peningkatan kualitas para pengusaha muslim.
Perkembangan hijab yang sangat pesat dan cepat itu memacu banyak komunitas bermunculan. Wanita yang tergabung dalam komunitas itu akan saling berbagi, menyemangati, dan bertukar pikiran. Salah satunya Hijabers Community (HC).