Bersyukur bukan hanya saat hidup mudah, tetapi juga ketika ujian datang. Syukur membantu hati lebih tenang, kuat menghadapi masalah, dan membuka pintu keberkahan dari Allah.
Di balik kemegahan ritual haji, tersimpan ujian batin yang senyap namun mematikan: ujub dan ria. Kisah tentang bagaimana keluhan sepele dapat meruntuhkan pahala perjalanan suci yang menguras air mata.
Di tengah jutaan jemaah yang menyemut, kepatuhan sederhana seperti meminta izin saat keluar rombongan menjadi kunci keselamatan. Etika safar yang sering diabaikan, namun krusial mencegah musibah tersesat.
Menjelang Idul Adha, larangan memotong rambut dan kuku bagi shahibul kurban memicu diskusi fikih yang hangat. Sebuah pembatasan sederhana yang menyimpan makna spiritual mendalam setara jemaah haji.
Mengusapkan darah sembelihan ke badan hewan kurban jamak terlihat di pelataran masjid saat Idul Adha. Di balik kepulan sisa napas ternak, ada batas tipis antara sekadar kebiasaan dan jerat bidah dalam agama.
Ketetapan adat Arab Jahiliah, harta peninggalan hanya mengalir ke tangan para lelaki pemanggul senjata. Perempuan dan anak-anak dipinggirkan dari garis waris, bahkan kerap bertukar status menjadi komoditas yang ikut diperebutkan.
Pembagian daging kurban kepada kelompok nonmuslim kerap memicu keraguan fikih di sela perayaan Idul Adha. Jauh dari sekadar urusan konsumsi, syariat sejatinya membuka ruang bagi sepotong daging sebagai jembatan kemanusiaan dan instrumen perdamaian sosial.
Tawakkal mengajarkan untuk tetap percaya kepada Allah meski hidup tidak berjalan sesuai rencana. Di balik jalan yang tertutup, bisa jadi ada kebaikan yang belum terlihat.
Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk memperkuat ibadah serta memperbanyak dzikir dan doa menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Perjalanan suci adalah cermin paling jernih untuk menakar akhlak manusia. Di tengah kepenatan safar haji, menjadi teman yang baik menuntut kearifan lisan untuk menahan diri dari urusan yang tidak bermanfaat.
Membagikan daging kurban dalam kondisi matang kerap memicu perdebatan fikih di tengah masyarakat. Padahal, syariat memberikan kelonggaran demi meneguhkan misi kemanusiaan dan merajut harmoni sosial.
Menyembelih hewan kurban dengan tangan sendiri merupakan sunnah utama yang dicontohkan nabi. Namun, ketika keterbatasan fisik dan keahlian mendera, syariat membuka ruang bagi hadirnya wakil demi menjaga keabsahan ritual.
Di tengah kelelahan ekstrem dan himpitan jutaan manusia saat prosesi haji, uluran tangan menjadi penentu kemabruran. Mengubah ego personal menjadi kesalehan sosial yang menyelamatkan di hari akhir.
Di bawah bayang-bayang hukum adat Arab Jahiliah, pengangkatan anak bukan sekadar urusan belas kasih. Ia adalah instrumen legalitas maskulin untuk mempertahankan silsilah keturunan, menjaga harta, dan menegakkan tameng pertahanan suku.
Menyembelih lebih dari satu ekor hewan kurban memang tidak dilarang agama. Namun, melipatgandakan jumlah sembelihan belum tentu selaras dengan kualitas sunnah yang dicontohkan nabi.
Masjid Raden Patah UB meluncurkan Gerakan Shubuh Berjamaah dan program ternak qurban holistik bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk penguatan spiritual kampus.
Jangan remehkan dosa kecil. Kebiasaan maksiat yang dianggap sepele bisa mengeraskan hati, menjauhkan dari Allah, dan merusak kepekaan spiritual tanpa disadari.
Hukum berutang demi menunaikan ibadah kurban memicu perdebatan fikih di tengah fenomena maraknya penawaran pembiayaan kredit hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha.
Praktik riba pada zaman jahiliyah merupakan sistem keuangan eksploitatif berbasis pelipatan utang saat jatuh tempo yang mencengkeram struktur sosial ekonomi Jazirah Arab.
Ibadah haji kerap kali diwarnai ketegangan fisik dan antrean panjang, namun ada anjuran mendasar untuk tetap menjaga keramahan dan wajah cerah melalui senyuman.