Menyamakan uang dengan komoditas sewaan menjadi akar krisis keuangan global. Sistem ekonomi syariah menawarkan restrukturisasi total melalui penghapusan bunga yang memicu imperialisme ekonomi modern.
Sistem ekonomi kapitalistik yang bertumpu pada bunga atau riba terus memicu ketimpangan distribusi kekayaan dunia. Sistem alternatif yang mengintegrasikan nilai moral dan rohani menawarkan penghapusan eksploitasi melalui skema bagi hasil.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengajak generasi muda menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Stabilitas sebuah negara berkelindan erat dengan kapasitas intelektual dan moralitas pemimpinnya. Syariat Islam meletakkan keadilan, kemandirian ijtihad, dan akuntabilitas mutlak sebagai pilar penahan agar manusia tidak saling memangsa di ruang publik.
Bagi Umar bin Khattab di masa jahiliah, dakwah Islam bukan sekadar persoalan teologi alternatif. Ia memandangnya sebagai ancaman disintegrasi nasional yang berpotensi memicu perang saudara di Makkah.
Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab memandang perpindahan agama sebagai ancaman disintegrasi nasional Quraisy. Baginya, stabilitas organisasi sosial di atas segala-galanya, bahkan di atas kebebasan berpikir.
Niat menjadi kunci utama yang membedakan amal biasa dengan ibadah bernilai pahala. Dengan menjaga keikhlasan dan meluruskan tujuan karena Allah, setiap aktivitas sehari-hari dapat menjadi jalan meraih keberkahan hidup.
Kepatuhan sipil kepada otoritas politik muslim merupakan salah satu pilar stabilitas dalam doktrin Islam. Namun, ketika penguasa membalas ketaatan tersebut dengan penipuan, penutupan akses keadilan, dan tindakan yang menyusahkan rakyat, sistem syariat menetapkannya sebagai kezaliman ekstrem dan kategori dosa besar.
Ketajaman baca tulis dan petualangan literasi antarnegara membentuk karakter superioritas intelektual Umar bin Khattab. Fondasi berpikirnya bergeser dari tameng konservatisme suku menuju arsitek hukum kedaulatan Islam.
Umar bin Khattab tercatat menikahi sembilan perempuan dalam fase hidupnya yang melahirkan dua belas anak. Jejak poligami sang khalifah merekam watak keras yang terbawa hingga ke bilik rumah tangga serta potret kesederhanaan ekonomi di tengah ekspansi kedaulatan Islam.
Tahun Baru Islam hendaknya bukan hanya dimaknai sekadar pergantian tahun, melainkan saatnya melihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya Islam inginkan dari momen ini. Berikut ini amalan yang dianjurkan dalam merayakan Tahun Baru Islam.
Momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbanyak ibadah, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Penanggalan Tahun Baru Islam dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sekira tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Sebelumnya, umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam. Lalu bagaimana sejarah penetapan 1 Muharram sebagai penanda tahun baru Islam?
Al-Quran mengarahkan nalar manusia melakukan eksplorasi alam semesta secara rasional. Perintah mempelajari kosmologi, oseanografi, dan biologi ini bertujuan membangun sistem sains serta kemakmuran ekonomi yang kokoh.
Al-Quran mewajibkan perlindungan total terhadap rasionalitas pikiran dari polusi khamar dan judi. Larangan ini bertujuan menjaga lukisan iman dan watak manusia agar tetap bersih dari kerusakan moral.
Asumsi gugurnya kewajiban syariat bagi individu yang mengklaim tingkat makrifat tertinggi dinilai sebagai anarki teologis. Doktrin hukum Islam menegaskan ikatan ibadah hanya dapat diputus oleh kematian.
Analisis teks sejarah dan data sosiologi perilaku membuktikan bahwa kegagalan integritas publik, seperti skandal korupsi, berakar dari runtuhnya moralitas berbasis iman yang digantikan kalkulasi untung-rugi.
Analisis teks sejarah dan data filantropi membuktikan bahwa Al-Quran memuat doktrin komprehensif yang mendorong kebaikan sosial sekaligus melarang perilaku koruptif tanpa kompromi.
Nikmat Allah sering baru terasa berharga saat hilang. Renungan ini mengajak umat untuk lebih banyak bersyukur atas kesehatan, waktu, keluarga, dan berbagai karunia yang masih dimiliki agar hati lebih tenang dan bahagia.
Analisis teks sejarah dan data sosiologi kontemporer membuktikan bahwa kode etik universal dalam Al-Quran menyediakan panduan integritas moral terlengkap yang tidak berbasis pada keuntungan materiil.