LANGIT7.ID, Jakarta - Sapi yang terjangkit
wabah lumpy skin atau Lumpy Skin Disease (LSD) dagingnya tak layak dikonsumsi. Ciri penyakit ini adanya luka pada kulit dan demam.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Wasito mengatakan, sapi yang terjangkit
Lumpy Skin atau LSD harus dimusnahkan. Sebab dagingnya mengalami lack of nutrient.
"Daging sapi ini mengalami lack of nutrient protein asam amino, terutama di dalam daging habis digunakan untuk replikasi virus,” tegasnya seperti dilansir laman resmi UGM, Kamis (10/3/2022).
Baca Juga: Berkualitas Tinggi, Ini Perbedaan Daging Sapi Australia dan IndonesiaMenurutnya, LSD dapat diamati dari gejala klinis seperti luka pada kulit, demam dan kehilangan nafsu makan. Sementara melonjaknya kasus tersebut dikarenakan lambatnya deteksi dini.
Untuk menekan penyebaran penyakit LSD, kata dia, pemilik peternakan sapi dan kerbau perlu melakukan desinfektan kandang.
"Sedangkan pada sapi yang sudah terinfeksi, harus diisolasi dari hewan yang belum terjangkit," katanya.
Wasito juga menjelaskan, LSD pada sapi berasal dari Capripoxvirus dan tidak menular ke manusia. "Tidak bersifat zoonosis. Penularan terjadi terutama pada sapi lain dan kerbau. Penyebabnya pox virus," katanya.a
(bal)