LANGIT7.ID, Jakarta - MUI Jawa Timur (Jatim) menyatakan keberatan dengan keputusan mundurnya
KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
"MUI Jatim menyampaikan nota keberatan dan ketidaksetujuan atas pernyataan pengunduran diri tersebut," kata Sektretaris Umum MUI Jatim, Prof Muzakki, dalam keterangannya Ahad (13/3/2022).
Dalam Nota Keberatan itu, disampaikan sejumlah pertimbangan, di antaranya permohonan kepada Ketua Umum MUI agar tidak mundur dari jabatannya.
Baca Juga: KH Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum, MUI Minta Pengertian PBNUKemudian aspirasi di lapangan menunjukkan keberatan atas pernyataan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI. Sebab ini demi kepentingan kemaslahatan yang lebih besar bagi agama, bangsa dan negara.
Selain itu pertimbangan lainnya yakni, MUI masih memerlukan sosok KH Miftachul Akhyar untuk jabatan Ketua Umum yang mumpuni yang mampu merekatkan dan memperkuat persatuan serta kesatuan umat dan bangsa.
"Demikian nota keberatan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum," ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Padahal figur KH Miftachul Akhyar dibutuhkan karena mampu mengayomi elemen-elemen organisasi Islam dalam naungan MUI.
Buya Anwar Abbas menegaskan, KH Miftachul Akhyar dipilih oleh semua pemilik hak suara di MUI tanpa perbedaan pendapat. Semua suara ingin MUI dipimpin oleh KH Miftachul Akhyar.
"Beliau Pak KH Miftachul Akhyar kami pilih untuk menjadi ketua umum kami di MUI dengan suara bulat tanpa ada lonjong sedikitpun," katanya.
Menurutnya, KH Miftachul Akhyar adalah seorang tokoh dan ulama serta pemimpin yang sangat rendah hati. KH Miftach, begitu akrab disapa, sangat dibutuhkan dan diharapkan akan bisa mempersatukan umat.
(bal)