LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Pengkajian dan Penelitian KH Utang Ranuwijaya mengaku keberatan dengan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI. Utang Ranuwijaya juga meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperbolehkan KH Miftachul Akhyar memimpin MUI.
Baca juga: KH Miftachul Akhyar Mundur dari Jabatan Ketua Umum MUI"Kami meminta pengertian dari para petinggi NU dan juga para sesepuh di NU agar memperbolehkan KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Ketua Umum MUI, karena memang peran Beliau sangat dibutuhkan," kata Utang seperti dikutip dari Antaranews, Sabtu (12/3/2022),
Dia mengatakan bahwa KH Miftachul Akhyar telah menjadi Ketua Umum MUI sebelum menjadi Rais Aam PBNU dan terbukti mumpuni dalam memimpin majelis ulama. Melalui kepemimpinan KH Miftachul Akhyar, lanjut Utang, MUI mampu menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dan penjaga umat.
"Beliau sangat mumpuni dalam dua bidang ini, dan memiliki kapasitas luar biasa. Kami berharap Beliau bisa tetap di MUI hingga akhir masa jabatan meskipun harus berbagi sebagai Ketua Umum MUI maupun sebagai Rais Aam PBNU," katanya.
Sebelumnya, KH Miftachul Akhyar melayangkan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum MUI karena ingin fokus menjalankan tugas sebagai Rais Aam PBNU pada Rabu (8/3/2022).
Baca juga: KH Miftachul Akhyar Terpilih Kembali sebagai Rais Aam PBNUPernyataan mundur dari MUI tersebut disampaikan KH Miftachul Akhayar saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022) sore.
Wakil Ketua MUI Anwar Abbas juga berharap PBNU memperbolehkan KH Miftachul Akhyar tetap bisa memimpin MUI.
(est)