LANGIT7.ID - Ustadz Adi Hidayat (UAH) menceritakan, doa qunut dimulai pada fase dakwah Rasulullah. Ada sekelompok orang meminta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW agar dikirimkan pendakwah ke daerah mereka.
Sekelompok orang itu mendatangi Rasulullah dan meminta nabi mengirim pendakwah ke daerah mereka yang penduduknya belum memeluk Islam. Permintaan itu ditanggapi Nabi Muhammad SAW dengan mengirim 70 hafidz (penghafal Al-Qur'an). Mereka ditugaskan membimbing penduduk yang ingin belajar Islam.
Namun sayang, saat tiba di daerah yang dituju, para penghafal Al-Qur'an itu ta disambut sebagai guru. Tapi, ke-70 pendakwah itu dibunuh hingga tak satu pun tersisa.
"70 guru penghafal Al-Qur'an dibantai dan syahid. Peristiwa itulah yang membuat sisi kemanusiaan Nabi marah, dan berdoa kepada Allah, ya Allah hukum ya Allah, laknat si fulan ya Allah," kata UAH dalam tausiahnya di Akhyar TV, dikutip Selasa (17/5/2022).
Dalam catatan sejarah Islam, peristiwa tersebut dikenal dengan tragedi Bir Ma'unah di bulan Shafar ke-4 Hijriyah atau Mei 625 M. Peristiwa ini yang menggugah sisi kemanusiaan Rasulullah sampai mendoakan laknat kepada orang kafir.
Baca Juga: Mengenal Sunnah Qunut saat Shalat Witir Selama Ramadhan
Rasulullah mengucapkan doa qunut nazilah selama 1 bulan penuh untuk mendoakan mereka yang gugur sebagai syuhada.
Imam Bukhari menceritakan dari Anas bin Malik :
قَنَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا حِينَ قُتِلَ الْقُرَّاءُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَزِنَ حُزْنًا قَطُّ أَشَدَّ مِنْهُ “Rasulullah qunut selama satu bulan ketika para qurra` itu terbunuh, dan aku belum pernah melihat Rasulullah begitu berduka dibandingkan kejadian tersebut.”
Meski nabi mengucapkan doa itu hanya 1 bulan, namun para sahabat melanjutkan mengucapkan doa qunut setiap shalat Subuh.
Nabi Muhammad SAW tidak melarang mereka melakukan itu. Nabi mendiamkan para sahabat mempraktikkan membaca qunut. Ada yang membaca dalam shalat Subuh, ada juga saat witir, dan saat 10 hari terakhir Ramadhan.
"Sikap nabi yang mendiamkan sahabat mempraktikkan qunut itu berarti nabi setuju. yang shalat subuh dengan qunut benar, yang shalat subuh tidak qunut juga benar," kata UAH.
(jqf)