Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Islam Izinkan Muslimah Berkarier, Ini Kisah di Zaman Rasulullah

mahmuda attar hussein Kamis, 02 Juni 2022 - 17:25 WIB
Islam Izinkan Muslimah Berkarier, Ini Kisah di Zaman Rasulullah
Muslimah berkarier di zaman Rasulullah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ternyata wanita di zaman Rasulullah juga berkarier di luar rumah. Mereka bekerja membantu suami memenuhi kebutuhan atau belajar demi pendidikan lebih baik.

Hal ini mematahkan stigma bahwa muslimah tidak boleh menjadi wanita karier. Sebab, kisah ini menjadi bukti bahwa Islam membolehkan wanita untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Nabi sendiri tidak melarang seorang wanita keluar rumah untuk keperluan iba­dah, belajar, dan untuk keperluan lainnya” kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, Nur Fajri Romadhon dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).

Hal itu juga tertulis dalam QS. AL Qashash ayat 23, di mana Allah mengisahkan dua putri seorang salih di negeri Madyan, yang mereka bekerja di luar rumah dalam ranah peternakan demi membantu sang ayah yang sudah lansia.

Baca Juga: Kisah Rasulullah Memuji Pemuda Bekerja di Pagi Buta

Juga disebutkan dalam sebuah hadits: “Sungguh telah diizinkan bagi kalian wahai para wanita untuk keluar rumah ketika ada kebutuhan.” (HR. Al-Bukhari).

Berikut daftar wanita karir di zaman Rasulullah, mengutip laman Muhammadiyah.

Siti Zainab binti Jahsyin

Siti Zainab memiliki keterampilan menyamak dan menjahit. Dia dikenal suka bekerja, yang hasilnya pun banyak dikeluarkan di jalan Allah.

“Zainab adalah wanita yang memiliki keterampilan tangan luar biasa. Ia menyamak kulit serta menjahit pakaian. Ia bersedekah dengan hasil penjualan kerajinan tangan tadi di jalan Allah ‘azza wajalla.” (HR. Al-Hakim).

Aisyah binti Abu Bakar

Aisyah dikenal sebagai wanita yang juga melakukan aktivitasnya di luar rumah. Walaupun tidak profitable secara materi, tetapi istri Rasulullah ini kerap mengajari masyarakat dari balik tirai hijab dan diminta menjawab pertanyaan dari balik tirai hijab tersebut.

Qaylah Ummu Bani ‘Anmar

Qaylah juga dikenal melakukan aktivitasnya di luar rumah, yakni perniagaan. Suatu ketika, Qaylah berkonsultasi langsung kepada Rasulullah tentang etika dan fikih jual-beli, dan ini sebagai pertanda historis bahwa dirinya memang seorang pedagang.

Disebutkan, Qaylah melakukan aktivitas perniagaannya sendiri. Berbeda dengan Khadijah binti Khuwailid yang merupakan pebisnis tapi tidak terjun langsung dalam jual-beli.

Asy-Syifa’ binti ‘Abdillah Al-‘Adawiyyah

Dikenal sebagai wanita cerdas, Asy-Syifa menyibukkan diri dengan karirnya sebagai guru tulis-menulis bagi para sahabat perempuan. Bahkan, dia juga melayani praktik ruqyah dan mengajar ruqyah.

Selain itu, Asy-Syifa pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, juga sempat ditunjuk sebagai manajer salah satu divisi di dinas kepengurusan pasar.

Samra’ binti Nuhaik

Samra’ pernah diamanahi jabatan pekerjaan semacam polisi, dalam sebuah riwayat lain: di pasar-pasar. Sementara dalam riwayat Imam Thabrani disebutkan, Samra’ mengenakan baju dan jilbab tebal, menertibkan manusia sembari memegang alat pukul di tangannya (melakukan amar makruf nahi munkar).

Itulah beberapa contoh muslimah sebagai wanita karir yang ternyata ada di zaman Rasulullah. Kisah tersebut menjadi pelajaran bagi umat, khsusunya muslimah bahwa Islam mengizinkan wanita untuk beraktivitas di luar rumah, termasuk berkarir dan melanjutkan pendidikan.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)