LANGIT7.ID, Jakarta -
Jemaah haji baik yang saat ini masih berada di Madinah ataupun di Mekkah untuk tidak melakukan diet selama menjalani rangkaian ibadah haji. Calon haji ini sangat membutuhkan dukungan fisik yang kuat untuk mendukung pelaksanaan
rukun haji.
Di Madinah dan Mekkah, calhaj akan mendapatkan jatah makan tiga kali sehari dan diminta tidak ada yang dilewatkan. Meski pada malam hari, makan sampai di atas pukul 9 malam.
Baca Juga: Bahaya Dehidrasi saat Berhaji, Linglung hingga Heat StrokeHal itu disampaikan oleh salah satu petugas kesehatan dari kelompok terbang (kloter) 16 Kota Semarang, M. Abdul Hakam saat berada di Madinah, pada Jumat (16/6/2022) malam, atau sore jelang Ashar waktu Madinah. "Di Mekkah-Madinah jangan diet, karena di sini jalan terus. Bismillah, mudah-mudahan diberi sehat dan tidak ada kata-kata tambah gemuk, tetap sehat dan dipermudah melakukan ibadah kepada Allah SWT," kata Abdul Hakam, saat
live Instagram dengan DKK Kota Semarang.
Hakam menjelaskan, dirinya sudah mendapat keluhan dari beberapa jemaah kloter 16 Embarkasi Solo (SOC) yang mengalami masalah kesehatan. Di antaranya ada yang mengalami gusi bengkak, perut tidak nyaman, dan pusing.
Hakam mengungkapkan pihaknya sudah menyediakan obat-obatan untuk jemaah. "Okelah, mudah-mudahan selalu sehat semua," ujarnya.
Baca Juga: Kulit Tetap Terjaga, Bawa Produk Perawatan Tubuh Ini ke Tanah SuciBagi calhaj yang belum diterbangkan ke Madinah, diminta untuk melakukan persiapan dan sudah harus membiasakan untuk suhu-suhu ekstrem, seperti di Kota Semarang juga sangat panas. Hakam pun mengimbau kepada jemaah haji untuk menyiapkan segala perlengkapan untuk mengantisipasi saat
cuaca ekstrem melanda.
"Persiapkan pakaian, barier, topi, kaca mata hitam, konsumsi air sesai kebutuhan, sebelum berangkat, saat berangkat dan saat tiba di Madinah dan Mekkah. satu gelas, satu gelas saja. Saat dijalan, wajah sering dibasuhi air, nanti berjalan juga akan kering lagi," lanjutnya.
Meski secara khusus tim medis hanya memastikan agar calhaj dalam kondisi sehat, tapi dalam praktiknya di lapangan juga membantu pendamping haji memastikan tidak ada rombongan yang terpisah. Jika ada yang terpisah, tim medis juga turun tangan untuk mencari.
"Walaupun mungkin, pahalanya banyak ketika menolong seseorang. Kita dua-dua dapat, sebagai petugas, mendampingi jamaah supayua sehat wal afiat kita juga bisa ibadah khusuk dan baik di Madinah," ungkapnya.
Baca Juga:
Anti Ribet, Tips Berpakaian Jemaah Wanita saat Haji dan Umrah
Jemaah Haji Diimbau Selalu Pakai Masker Antisipasi Badai Pasir(asf)