Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Begini Cara Jelaskan Penyimpangan LGBT kepada Anak

Muhajirin Rabu, 22 Juni 2022 - 23:00 WIB
Begini Cara Jelaskan Penyimpangan LGBT kepada Anak
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian marak di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Bahaya LGBT kini mengintai keluarga-keluarga di Indonesia.

Orang tua memiliki peran penting dalam mengedukasi anak-anaknya terkait LGBT. Ini penting agar anak-anak memahami dengan jelas bahwa LGBT merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta’ala.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan, setiap orang tua harus mewaspadai penyakit tersebut. Cara ampuh menjelaskan LGBT kepada anak adalah dengan pendekatan dan keterbukaan.

Baca Juga: Edukasi Seks dalam Islam: Ajarkan Fitrah, Lindungi Anak dari Pornografi dan Pergaulan Bebas

Saat anak masih kecil, maka biasakan beri edukasi seksual. Misal adab anak laki-laki tidak boleh tidur dengan anak perempuan. Begitu pun dengan mandi, anak laki-laki dan perempuan dipisah hingga belajar menutup aurat.

“Nah adapun kita yang sehat, kita waspada. Pokoknya, anak kita dekatkan kepada Allah, kita beri rambu-rambu, nanti dia mengerti sendiri,” kata Buya Yahya di Al-Bahjah TV, Rabu (22/6/2022).

Saat anak sudah mencapai usia akil baligh, maka orang tua harus datang sebagai kawan. Pada masa-masa itu, anak biasanya tidak terlalu merespon jika terlalu banyak dinasihati.

Baca Juga: Edukasi Seks dalam Islam, Tak Hanya Sebatas Hubungan Seksual

“Nanti, kalau sudah akil baligh, syahwatnya sudah ada, sudah boleh kita ajak bicara tentang hal-hal semacam itu. Bicarakan dengan perempuan haram, dengan laki-laki juga haram. Sama, dosa. Tidak boleh. Nanti akan paham sendiri,” kata Buya Yahya.

Justru, orang harus mengajak anak membicarakan dengan anak-anak tentang hal-hal yang bersifat privasi. Seperti edukasi seks. Ini agar anak tidak mencari orang lain dalam membicarakan hal tersebut.

“Supaya mereka tidak salah senang. Ajak bicara, ‘kamu anak Gadis, suatu ketika kamu ada kecenderungan dengan anak laki-laki, tapi ingat laki-laki yang kau harus senangi begini dan begini,” terang Buya Yahya.

Saat berbicara dengan anak, orang tua harus menyelipkan aturan-aturan syariat tentang pergaulan. Anak harus diedukasi tentang batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Pendidikan Seksualitas Penting Masuk dalam Kurikulum Sekolah

“Pasang rambu, sehingga tidak larut. Kalau dia mulai menyeleweng, ‘tapi saya senang dengan sesama perempuan, buk”. Barulah nasihati. Ada keterbukaan,” kata Buya Yahya.

Keterbukaan dan kedekatan orang tua anak ini sangat penting. Banyak anak bermasalah diakibatkan orang tua tidak berhasil menjadi Kawan bagi anaknya. Ibu harus jadi tempat curhat bagi anak perempuannya, begitupun ayah.

“Di saat Ibu sudah tidak menjadi kawan buat anak perempuannya, kadang menjadikan anak bermasalah. Begitu juga sang ayah tidak bisa menjadi kawan baik untuk anaknya, biasanya akan bermasalah,” kata Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)