Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Keren, Ansor Kudus ini Ternak Kambing Gunakan Pakan Fermentasi

arif purniawan Senin, 27 Juni 2022 - 04:00 WIB
Keren, Ansor Kudus ini Ternak Kambing Gunakan Pakan Fermentasi
Sumadi, berhasil ternak kambing dengan menggunakan pakan fermentasi (foto: youtube)
LANGIT7.ID, Kudus - Sumadi, kader Ansor Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus ini berhasil membudidayakan kambing tanpa harus ngarit atau mencari rumput/ramban hijau setiap hari.

Seperti diketahui, kambing merupakan hewan ternak yang suka diberi makan rerumputan hijau dan ramban segar yang baru diambil dari pohon.

Namun dengan melakukan fermentasi, Sumadi kini tak lagi repot harus ngarit setiap hari yang bisa menyita waktunya. Usaha ini diawali ketika masa pandemi Covid-19. Karena saat itu banyak orang yang menganggur dan berdiam diri di rumah, niat beternak kambing akhirnya muncul.

Baca juga: Optimalkan Momentum Idul Adha, Baznas Gelar Rakernis Kurban

Namun, Sumadi sempat ragu karena setiap hari harus mencari rumput untuk mencukupi kebutuhan pakan. Sumadi pun sempat ingin mengurungkan niat.

“Saya ketemu teman, (agar) ternak bisa efektif. Ngarit tetap ngarit, bisa satu tahun sekali, jika stok pakan melimpah,” cerita Sumadi di kanal Youtup MWCNU Dawe, dikutip Minggu (26/6).

Dia pun akhirnya memanfaatkan limbah daun laos tidak terpakai. Di Cranggang, Colo Dawe, saat ada panen banyak yang tidak terpakai dan itu ditampungnya. Hanya bermodalkan alat pemotong rumput atau dedaunan, dan drum dia memulai membuat pakan fermentasi dan berhasil.

“Saya coba awalnya sedikit, uji coba. Dikasih makan kelihatan kering, padahal itu masih basah. Pakan ini pun tidak ada masalah,” ungkapnya.

Selain daun laos, di hutan banyak yang menebang pohon untuk diambil kayunya. Sementara daunnya tidak terpakai. Sumadi pun akhirnya membeli daun tersebut, berapapun jumlahnya. Dengan menggunakan drum, proses fermentasi dilakukan. Kadaluwarsanya bisa sampai 2 tahun. Semua daun, bahkan daun beracun setelah proses ini, diklaim hilang.

“Telo markonah, terkenal beracun, 6 hari (racun) sudah hilang. Racun bisa membuat kambing kembung, mendem bahkan mati,” ucapnya.

Pakan bisa dibuat untuk sebulan sekali, ketika ada momen-momen tertentu seperti panen. Seorang sesibuk apapun, bisa melakukan ini. Bisa diberi makan dua kali, pagi dan sore. Pakan seperti ini, tidak kelebihan srintil, atau teletong kambing lebih sedikit. Kotoran cenderung tidak bau. Air seni tidak terlalu bau bahkan nyaris tidak bau.

“Kotoran dibuat kompos, ini bagus sekali. Untuk urin dari kotoran ternak ini, yang penting tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Untuk modal awal, minimal dengan dana Rp3 juta bisa untuk beli dere, sudah bisa untuk beli dere kambing jowo randu dan membuat kandang dari bahan bambu. Untuk proses pembuatan pakan, fermentasi tidak terlepas dari percampuran, takaran harus pas, sehingga awet.

Baca juga: Tafsir Al Maidah Ayat 27: Allah Hanya Terima Kurban Orang yang Bertakwa

"Kalau tidak pas, yang terjadi proses pembusukan, bukan pelapukan," terangnya.

Bahan pembutan pakan fermentasi diantaranya drum plastik. Setiap 1 drum bisa menampung 60-80 kg. Daun sebelumnya dicacah. Kemudian disiapkan garam grosok 1 kg, tetes tebu/gula pasir setengah kg. Jika menggunakan molase atau tetes tebu setengah cangkir.

Untuk mempercepat proses fermentasi, gunakan pengurai. Ini membutuhkan vitamin ternak (vitrerna), Probiotik tangko 4 tutup, garam grosok 1 ikg. ini sudah memenuhi syarat satu drum, pembuatan pakan fermentasi.

Bahan-bahan dicampur, jadi sekitar 80 kg, disajikan kepada ternak setiap 1 ternak sekali makan 2 kg. Jika sehari dua kali, berarti membutuhkan 4 kg pakan fermentasi. Jika pembuatan bagus, disimpan semakin bagus.

Peternak yang menggunakan bahan fermentasi lainnya, Widodo menyampaikan, satu bahan yang tidak bisa difermentasi adalah batang pisang, selain itu bisa. Batang pisang tidak bisa disimpan, karena tekstur batang pisang itu berair dan di simpan semakin lama semakin busuk, tidak bisa.

“Dengan teknologi internet, tidak semudah ditayangan. Ayo datang, bertanya secara detail. Berapa takarannya, biar benar-benar jadi sehingga awet,” ujar Widodo di kanal Jaritani Official.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)