Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Bipolar, Penyakit yang Diduga Penyebab Hilangnya Marshanda

Fifiyanti Abdurahman Senin, 27 Juni 2022 - 19:46 WIB
Mengenal Bipolar, Penyakit yang Diduga Penyebab Hilangnya Marshanda
Pemain sinetron dan penyanyi Marshanda dikabarkan hilang sejak Minggu, 26 Juni 2022. Foto: Instagram/Marshanda99.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Publik figur Marshanda dikabarkan hilang di Los Angeles, Amerika Serikat, sejak Minggu, 26 Juni 2022. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh sang sahabat, Sheila Salsabila, melalui akun Instagram pribadinya.

Melalui unggahan tersebut, Sheila juga menuliskan penyakit bipolar yang dideritanya ibu satu anak itu. Banyak yang menduga mantan istri Ben Kasyafani hilang sewaktu penyakitnya kambuh.

Baca juga: Bipolar Beda dengan Kepribadian Ganda, Begini Cara Mengatasinya

"Warga Indonesia hilang di Los Angeles, California, AS. Dia tengah berada dalam Manic Episode (Psikosis: Keadaan pikiran yang berubah-ubah-gangguan bipolar)," tulisnya @sheilasalss, Senin (27/6/2022).

Diketahui, wanita yang akrab disapa Caca itu sudah didiagnosis mengidap bipolar sejak tahun 2009. Dalam beberapa wawancaranya, pemain sinetron Bidadari itu berkata butuh waktu hingga empat tahun untuk ia bisa mengakui bahwa dirinya memiliki bipolar.

Bahkan ia sempat berada di masa penolakan. Hingga akhirnya, Marshanda bisa menerima kenyataan tersebut dan mulai rajin kontrol ke psikiater, sehingga gangguan bipolar yang dialaminya bisa berangsur stabil dan dapat dikendalikan.

Merujuk dari situs resmi Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, menurut Aliansi Gangguan Kejiwaan Nasional (NAMI), bipolar merupakan gangguan yang ditandai oleh perubahan mood atau suasana perasaan yang parah. Rata-rata, pengidap bipolar akan berayun antara dua kondisi kejiwaan yakni manik dan depresi.

Manik adalah kondisi perasaan girang yang sangat tinggi. Dalam kondisi ini, pengidap bipolar memiliki antusiasme tinggi dan cara bicara yang cepat seperti dalam tekanan.

Sementara dalam kondisi depresi, mereka akan sangat pesimistis, putus asa, dan merasa tak berdaya. Bila sangat parah, penderita bipolar tak akan sanggup untuk bangun dari tempat tidurnya. Tidak jarang juga mereka mengalami serangan panik.

Baca juga: Pengaruhi Kesehatan Mental, Yuk Rehat Media Sosial

Gangguan bipolar dapat disebabkan beberapa hal yakni genetika, stres dan struktur otak. Genetika merupakan gangguan bipolar turunan dari orang tua. Namun, faktor ini tak absolut.

Kemudian, stres yaitu kejadian yang menimbulkan dampak psikologis, seperti kematian, penyakit, atau kerusakan hubungan, dan kondisi finansial dapat menjadi pemicu timbulnya gangguan bipolar.

Sementara, struktur otak adalah pengidap bipolar yang dapat ditelisik dari struktur otaknya. Peneliti menemukan ada perbedaan pada ukuran otak hingga aktivasi beberapa bagian otak pengidap bipolar. Dalam beberapa kasus, ada juga yang mengidap bipolar lantaran gegar otak dan trauma akibat luka di kepala.

Ada berbagai cara untuk mengenali gejala gangguan bipolar. Kebanyakan orang akan mendeskripsikan perasaan mereka untuk mengetahui status kondisi mental. Namun, disarankan untuk tidak membuat kesimpulan sendiri, tapi memastikan lewat analisa dokter.

Bagaimana cara mengobatinya? Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan bipolar. Salah satunya dengan obat stabil, antipsikotik, dan antidepresan. Ada pula yang memanfaatkan psikoterapi seperti cognitive behavioral therapy dan terapi berbasis keluarga.

Tidak jarang yang mendapatkan terapi kejut listrik (ECT) dan pengendalian diri. Selain itu, mereka juga memanfaatkan kelas meditasi maupun agama dan spiritual.

Untuk Marshanda, ia mengaku memiliki cara sendiri dalam mengendalikan bipolarnya. Sebagai contoh, ibu dari Sienna Ameerah Kasyafani ini membangun sistem kesehariannya agar suasana hatinya terkendali.

Baca juga: Benarkah Sedekah Dapat Jaga Kesehatan Mental? Ini Kata Psikolog

“Bipolar itu bisa enggak ada kalau kita treatment diri kita dengan benar. Kalau bipolar yang sudah kacau, artinya orang itu enggak treatment dirinya dengan benar. Jadi, kalau aku, misalnya nih kayak membangun sistem, tidur minimal 7 jam. Kalau kurang bisa sumbu pendek besoknya,” kata Marshanda, dikutip dari kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Senin (27/6/2022).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)