LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah perkataan yang terlontar dari mulut manusia tanpa adanya kebenaran adalah tindakan yang dibenci Allah SWT, tindakan tersebut biasa dikenal sebagai fitnah. Apalagi di zaman sekarang, fitnah telah beredar luas seperti halnya kaum muslim dilabeli sebagai teroris dal lain sebagainya.
Sebagai umat muslim tentunya kita tahu larangan atas tindakan fitnah dan tidak mungkin Islam merupakan sarang teroris. Hal tersebut adalah fitnah yang sangat besar terhadap umat muslim. Tak sedikit pula dalam kehidupan sehari-hari sesama umat muslim melontarkan fitnah demi menjatuhkan nama baik seseorang.
Sudah seharusnya kita tidak termakan fitnah dan harus mencari sumber kebenaran atas berita yang menuduh sepihak tersbut. Begitu pula dengan melakukan tindakan fitnah, sebagai umat muslim kita wajib menjaga lisan agar selamat di dunia maupun di akhirat.
Baca Juga: LAZ Berperan Penting dalam Pantau Pendistribusian ZakatSebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 217:
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Berikut pandangan para mufassir terkait fitnah di dalam penggalan surat Al-Baqarah ayat 217:
Dalam tafsir Al-Wajiz, Syaikh Wahbah az-Zuhaili mengatakan, orang-orang kafir itu masih memerangi orang-orang mukmin sampai mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian menuju kekufuran. Jika kalian menuruti hal itu dan keluar dari Islam lalu mati dalam keadaan kafir, maka amal shalih mereka di dunia menjadi sia-sia dan tidak mengerjakan amal orang-orang muslim. Dan di akhirat pahala mereka itu lenyap dan menjadi penduduk neraka. Mereka tinggal disana selama-lamanya.
Selaras, dalam tafsir Min Fathil Qadir dijelaskan, وَالْفِتْنَةُ (Dan berbuat fitnah). Maksud dari fitnah disini adalah cobaan yang ditimpakan atas orang-orang mukmin yang lemah dengan siksaan sebab mereka memeluk Islam. Dan hal ini lebih besar dosanya daripada pembunuhan seandainya mereka membunuh orang-orang ini.
Baca Juga: Tafsir Ar-Rum Ayat 39: Allah Melipatgandakan Pahala Orang BerzakatSementara itu, dalam Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, fitnah tersebut yaitu kemusyrikan dan menindas orang mukmin, itu lebih kejam daripada pembunuhan dalam peperangan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad keluar dari agamamu, jika mereka sanggup mengeluarkanmu dari agamamu. Janganlah sekali-kali kamu murtad dari agamamu walaupun mereka tidak akan berhenti memerangimu, sebab barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, yakni keluar dari islam, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat.
Menyimpulkan ketiga tafsir di atas, bahwa kita sebagai umat muslim harus menguatkan iman agar tidak terjerumus dalam fitnah yang mengoyahkan keimanan kita supaya menjadi murtad. Sebab bila seorang muslim berbuat murtad maka sia-sia amalanya di dunia dan ia akan kekal di neraka Allah SWT.
Baca Juga: Roket China Jatuh Dekat Kalimantan, Ini Penjelasan BRIN(zhd)