LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI,
KH Ma’ruf Amin mengibaratkan para pengusaha seperti huruf hamzah sambung (hamzah washal) dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Hamzah washal dalam tata bahasa Arab penting untuk menciptakan keindahan kalimat.
“Hamzah washal adalah para pengusaha,
off taker (penjamin komoditas) yang bisa mengolah, menghilirasi produk pertanian, perkebunan, kelautan sehingga menjadi produk yang bisa dipasarkan,” kata Wapres dalam dzikir kebangsaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).
Hamzah washal adalah alif yang terletak di awal kata tanpa ada tanda baca sama sekali. Hamzah washal hanya diucapkan ketika menjadi permulaan kata, namun lebur (tidak dibaca) ketika berada di tengah kalimat atau menjadi penyambung antarkalimat.
Baca juga: Subsidi BBM Indonesia Capai Rp520 Triliun, Jokowi: Negara Lain Tak Akan SanggupWapres menerangkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Salah satu wujud syukur yakni dengan mengelola SDA dengan baik dan benar demi kemaslahatan rakyat.
Wapres lalu membaca Al-Qur'an Surat Al-Fushilat ayat 10, yakni:
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبٰرَكَ فِيْهَا وَقَدَّرَ فِيْهَآ اَقْوَاتَهَا فِيْٓ اَرْبَعَةِ اَيَّامٍۗ سَوَاۤءً لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ
Artinya:
Dia ciptakan pada (bumi) itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya, lalu Dia memberkahi dan menentukan makanan-makanan (bagi penghuni)-nya dalam empat masa yang cukup untuk (kebutuhan) mereka yang memerlukannya. Imam At-Thabari, lanjut Wapres, dalam tafsirnya mengenai ayat ini adalah Allah melebihkan satu negara dari negara lainnya dengan memberkahi sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam kemudian diolah untuk komoditas perdagangan yang menguntungkan.
Baca juga: Wapres: Allah SWT Akan Cabut Kemerdekaan Bila Banyak Pertikaian“Saya bilang tafsir ayat ini Indonesia banget, karena banyak yang dimiliki Indonesia tidak dimilki negara lain,” kata Wapres.
(sof)