LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam Islam, membunuh merupakan dosa besar, baik pembunuhan berencana maupun tidak. Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, Allah memberikan empat ancaman kepada para pembunuh jika tidak bertaubat.
Menurut UAH, orang yang menghilangkan nyawa sesama manusia berarti telah menyalahi fitrah dalam kehidupan. Itu karena manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi, yakni menjaga kelestarian alam semesta.
Tak hanya mendapatkan hukuman saat masih di dunia. Setiap negara memiliki aturan dan hukuman tersendiri bagi pembunuh, mulai dari hukuman penjara hingga hukuman mati. Pembunuh juga bakal mendapat sanksi moral dari masyarakat.
Baca Juga: Kapolri Ungkap Kejanggalan Kasus Pembunuhan Brigadir J
“Pembunuhan dimasukkan dalam salah satu dosa besar yang risikonya juga tidak Mudah. Saya berikan peringatan yang sangat keras pada siapapun termasuk yang berpikir untuk menghilangkan nyawa orang lain, sebelum ini dieksekusi mengikuti godaan setan cepat pikirkan risiko-risiko yang akan dihadapi,” kata UAH di Akhyar TV, dikutip Kamis (25/8/2022).
Allah Ta’ala menciptakan manusia dan memberikan aturan-aturan agar saling menjaga. Dari situ muncul hukum qisas untuk menjaga kehidupan manusia tetap berjalan seimbang di muka bumi.
Dalam hukum qisas, Gigi dibayar dengan gigi dan nyawa dibayar dengan nyawa. Itu bukan untuk menyiksa, namun untuk menciptakan keadilan dan manusia tidak saling menyakiti satu sama lain.
“Maka yang pertama, Allah siapkan nerakan jahannam,” kata UAH. Orang yang sengaja membunuh, apalagi yang dibunuh adalah orang beriman, maka Allah sediakan neraka jahannam di akhirat kelak.
Bahkan, kata dia, siksaan itu Sudah dialami sejak masih di alam kubur. Para ahli neraka akan perlihatkan pedihnya siksa api neraka dari pagi sampai petang. Begitu seterusnya hingga kiamat datang.
Baca Juga: Hukuman Pembunuhan Berencana dalam Islam, Membebaskan Budak hingga Qisas
UAH mengumpamakan orang yang tengah mimpi buruk ketika mendapatkan siksa di alam kubur. Orang mimpi buruk saja akan merasa sesak dan ketakutan lalu berupaya bangun untuk menghindari mimpi itu. Namun, saat di alam kubur, manusia tidak bisa bangun dan akan terus-menerus melihat siksa api neraka.
“Kedua, orang yang masih nekat seperti ini (membunuh), Allah akan murka pada dirinya kalau dia tidak taubat. Tiga, dilaknat oleh Allah. Yang terakhir, Allah janjikan di neraka jahanam siksa yang berlipat,” tutur UAH.
(jqf)