LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad SAW sudah meninggalkan
aktivitas makan selepas waktu salat Isya. Pola makan Rasulullah bisa diikuti umat saat ini sebagai upaya menjaga kesehatan.
Ustadz Zaidul Akbar menjelaskan, mengendalikan pola makan merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Waktu terbaiknya adalah saat matahari terbit hingga sebelum matahari tenggelam.
"Artinya di situ diberikan kelapangan oleh Allah ta'ala untuk kita makan dan jangan berlebihan," ujar dia dikanal YouTubenya, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga: Benarkah Makan Larut Malam Timbulkan Penyakit? Ini PenjelasannyaAdapun menjaga kesehatan tubuh bisa dengan
menjaga pola makan. Seperti Rasulullah yang menyelesaikan kegiatan makannya selepas Isya.
"Rasulullah punya kebiasaan untuk tidur selepas Isya, dan menyudahi kegiatan makannya," katanya.
Hal itu, lanjut dokter sekaligus penggagas Jurus Sehat Rasulullah ini, adalah hal baik untuk merontokkan lemak di tubuh. Mengikuti kebiasaan Nabi berarti juga mengejar ketaatan untuk membiasakan terhadap ibadah sunnah.
"Jadi bagaimana kita mengikuti perilaku Nabi mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Itulah yang harus kita kerjakan setiap hari, termasuk dengan mengikuti pola makan Nabi," jelasnya.
Sementara menurut penelitian dari University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, dampak dari makan malam bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan bertambahnya berat badan.
Bahaya lain dari dampak makan larut malam adalah bisa memicu naiknya kadar glukosa dan insulin dalam tubuh. Termasuk meningkatkan berat badan, pemicu diabetes, dan kolesterol, serta trigliserida yang merupakan masalah kardiovaskular dan kondisi kesehatan lainnya.
(bal)