Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Tafsir Surat Al-Ikhlas: Pembahasan tentang Keesaan Allah SWT

Andi Muhammad Rabu, 14 September 2022 - 06:00 WIB
Tafsir Surat Al-Ikhlas: Pembahasan tentang Keesaan Allah SWT
Tafsir Surat Al-Ikhlas: Pembahasan tentang Keesaan Allah SWT. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pada pembahasan tafsir kali ini, kita akan mengulas tentang surat Al-Ikhlas yang merupakan surat ke-112 dalam Al-Qur'an. Surat yang turun di Kota Makkah ini menjelaskan tentang keesaan Allah SWT serta penolakan dalam segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.

Merujuk pada tafsir Ibnu Katsir, pendakwah Ustaz Oemar Mita mengatakan bahwa surat Al-Ikhlas bukan berisi tentang fikih dan hukum muamalah melainkan berisi mengenai tauhid. Bagaimana memurnikan ibadah kepada Allah ketika Allah tidak beranak dan diperanakan.

Turunnya surat Al-Ikhlas memiliki sebab yang disebut dengan asbabun nuzul. Tidak semua ayat dan surat dalam Al-Qur'an memiliki asbabun nuzul. Hal ini disampaikan dalam satu riwayat Imam Ahmad dari Ubay bin ka'ab.

"Mereka (orang musyrik) mengatakan pada Nabi Muhammad 'ya Muhammad berikan nashab kepada kami tentang Tuhan tentang Rabb yang kamu sembah'. Jadi mereka mencoba untuk meruntuhkan keyakinan orang-orang para sahabat ketika mereka mendapati celah," kata Ustaz Oemar dikutip dalam kajiannya di akun Oemar Mita Syameela, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Ragam Penamaan Surat Al-Fatihah Berdasarkan Hadits Sahih

Ia menjelaskan, pertanyaan yang dilontarkan orang musryik tersebut sebab Allah tidak mempunyai asal usul keturunan. Pada zaman itu, agama bathil selalu memiliki keturunan dan diperanakan. Dengan demikian, Allah pun yang menjawab dengan menurunkan surat Al-Ikhlas.

Setelah Allah SWT turunkan surat Al-Ikhlas, kata Ustaz Oemar, mereka pun tidak pun bungkam. Semua tudingan yang diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagian dijawab langsung oleh Allah SWT dengan menurunkan ayat-ayat tertentu guna menguatkan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

"Di antara tuduhan yang menyakitkan kepada Allah itu, yaitu adalah ketika tuduhan makhluk mengatakan bahwasanya Allah itu memiliki keturunan," jelasnya.

Meski hanya terdiri dari empat ayat, Al-Ikhlas merupakan surat yang mampu menjadi jembatan seseorang untuk dicintai Allah SWT. Ustaz Oemar menambahkan, karakteristik kaum mukmin yang dicintai Allah SWT yaitu mereka yang senantiasa berinteraksi dengan surat Al-Ikhlas.

Baca Juga: Proses Pengumpulan Naskah Al-Quran dari Zaman Nabi hingga Utsman

Lanjutnya, ada seorang sahabat Nabi yang menjadi Imam salat kerap menutup bacaan dengan surat Al-Ikhlas. Hal tersebut pun menimbulkan polemik di kalangan para sahabat. Dan para sahabat pun menyampaikan kepada Nabi Muhammad Saw mengenai hal tersebut.

Rasulullah Saw mengimbau kepada para sahabat untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada salah satu sahabat yang menjadi Imam. Kemudian sahabat yang menjadi Imam itu menyampaikan alasannya yang kerap membaca surat Al-Ikhlas sebagai penutup bacaan rakaat salat.

"Sahabat itu mengatakan karena didalamnya itu sifat Ar-Rahman dan sangat senang sekali membaca surat Al-Ikhlas," imbuhnya.

Atas jawaban tersebut yang sampai ke telinga Rasulullah Saw. Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat untuk memberi tahu bahwa Allah mencintai-Nya (sahabat yang menjadi Imam) sebab ia cinta kepada surat Al-Ikhlas.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Bjorka, Pemerintah Diminta Benahi Keamanan Siber

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)