LANGIT7.ID - , Jakarta -
Inna lillahi wa innaa ilaihi raji'un adalah kalimat yang sering diucapkan saat mengalami atau mendengar sebuah musibah. Kalimat ini disebut juga dengan
kalimat istirja.
Pendakwah dan penulis buku,
Ustaz Zaky Ahmad Rivai mengatakan pengucapan kalimat istirja itu hukumnya
sunnah muakkad ketika mendengar musibah seperti orang
meninggal.
Baca juga: Bacaan 2 Ayat Terakhir Al Baqarah, Mengandung Doa Luar BiasaKarena hal tersebut merupakan perintah Allah SWT, bahkan di surat Al-Baqarah ayat 155-156 dituliskan,
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"."
"Jadi kata Allah SWT, pertama kabar gembira bagi orang yang
sabar. Artinya orang yang mengucapkan ini pertanda ia sabar ketika mendapatkan musibah dan Allah akan memberikan kabar gembiranya dengan bentuk
surga," ujar Ustaz Zaky kepada Langit7, Senin (20/9/2022).
Dia melanjutkan, dalam beberapa tafsir menjelaskan bahwa
innalillahi memperjelas
tauhid. Artinya segala sesuatu yang hilang atau dicabut dalam diri manusia menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai apa-apa, semua hanya pinjaman dari Allah SWT.
Baca juga: Agar Doa Terkabul Lakukan Dua Hal Sederhana Ini"Ucapan
inna lillahi ini membuktikan bahwa kita tidak punya apa-apa, yang punya apa-apa hanya Allah. Sedangkan
wa inna ilaihi rajiun adalah pengakuan bahwa kita akan binasa, akan dibangkitkan dari alam kubur dan semua yang ada di dunia akan kembali kepada Allah," katanya.
Jadi, ini bukan hanya ucapan sebagai tanda kesabaran, tetapi juga pertanda bahwa kita betul-betul mentauhidkan Allah SWT.
(est)