LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap muslim dilarang untuk mengonsumsi makanan atau minuman haram. Selain sebagai ujian di dunia, larangan tersebut juga memiliki pengaruh buruk pada kesehatan manusia. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengonsumsi yang dihalalkan Allah SWT, demikian firman-Nya:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Latin:
Yā ayyuhar-rusulu kulụ minaṭ-ṭayyibāti wa'malụ ṣāliḥā, innī bimā ta'malụna 'alīm.
Artinya: Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang salih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dalam ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH Zae Nandang menjelaskan bahwa mengonsumsi apapun yang halal itu dapat membantu kaum mukmin dalam melakukan amal salih.
"Jadi yang beramal salih makananya yang halal, tapi tidak setiap orang makan yang halal beramal salih. Artinya di sini makanan halal adalah dasar yang membantu (amal salih)," jelasnya dalam kajian tafsir di akun Persis TV, Selasa (20/9/2022).
Baca Juga: Tips Mencari Makanan Halal Kala Berwisata ke Luar NegeriOleh sebab itu, mukmin yang gemar mengonsumsi apapun yang haram sulit untuk melakukan amal salih. Bagaimana mampu rutin mengerjakan amalan salih bila seorang mukmin gemar bermaksiat dengan melakukan apa yang dilarang Allah SWT.
Lanjutnya, ia mengutip dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'demikianlah para utusan Allah diperintahkan untuk tidak memakan sesuatu kecuali yang halal.' KH Zae Nandang menambahkan, para utusan Allah tidak hanya mengonsumsi yang halal namun juga yang tayyiban atau yang baik.
"Tayyiban di sini penekanannya lebih kepada perpindahan hak milik. Zatnya halal, perpindahan miliknya halal," ujarnya.
Ia mencontohkan, tahu merupakan jenis makanan yang halal. Tetapi bila cara perpindahannya haram, maka tidak tayyiban. Maka dari itu, bila membeli sesuatu yang halal namun cara perpindahan hak tersebut haram, maka dilarang dan harus dijauhi.
Baca Juga: Resmi Dicalonkan sebagai Ketum, Ustaz Jeje: Tak Ada Alasan untuk Menolak(zhd)