LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam hidupnya,
Nabi Muhammad saw selalu menerapkan
pola makan sederhana. Di masa ini, pola tersebut kemudian menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Menurut pendakwah sekaligus praktisi pengobatan sunah Indonesia,
dr Zaidul Akbar pola makan sederhana berpengaruh pada kesehatan tubuh. Dia mengatakan, semakin sederhana pola makan maka makin sedikit penyakit yag didapat, begitu pun sebaliknya.
"Ini yang dapat mendatangkan
penyakit karena sebenarnya penyakit di tubuh mayoritas bersumber dari makanan,” ujar dr. Zaidul dikutip dari laman Universitas Islam Indonesia, Sabtu (1/10/2022).
Baca juga: Yuk, Serius Jalani Pola Hidup Ala Rasulullah SAW Mulai SekarangDia melanjutkan, Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah makan hingga sangat
kenyang. Sebab, mereka makan bukan untuk kenyang melainkan hanya sebagai stamina agar tetap kuat melakukan aktivitas sehari-hari.
Zaidul menjelaskan Rasulullah akan memakan sepertiganya terlebih dulu, sementara sisanya akan dimakan beberapa jam setelahnya.
“Sehingga makan tidak membuat tubuh kita berat. Namun kuat untuk beraktivitas,” katanya.
Menurut Zaidul, selain berdampak pada tubuh, kekenyangan juga mempengaruhi keimanan seseorang. Sebab, kondisi kenyang bisa menyebabkan mengantuk, kelelahan, dan malas bergerak untuk beribadah.
Adab makan Rasulullah saw
Zaidul lantas menjelaskan beberapa
adab makan yang diajarkan Rasulullah SAW, yakni mengambil makanan terdekat, duduk saat makan, mengucapkan bismillah, tidak meniup makanan, dan makan tidak sambil bersandar.
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Bukhari disebutkan:
لاَ آكُلُ وَأَنَا مُتَّكِئٌ
“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.”
Baca juga: 7 Pola Hidup Positif yang Dijalani Umat MuslimMenurut dr Zaidul sangat penting memperbaiki adab saat makan. Sebab, apapun makanannya jika dimakan tanpa adab maka akan berimbas pada diri sendiri.
“Rasulullah pernah melihat sahabatnya yang mengambil makanan jauh darinya. Lalu ia langsung menepuk pundaknya dan mengingatkan,” katanya.
Kesederhanaan dalam makanan menurut Zaidul adalah mengkonsumsi makanan yang berasal dari Allah SWT tanpa pengolahan yang rumit namun bermanfaat.
Misalnya mengonsumsi langsung kurma yang baru dipanen. Sekilas, mengonsumsi kurma terlihat sederhana, namun di dalamnya mengandung banyak hal yang bermanfaat bagi tubuh, seperti enzim, vitamin, zat besi, protein, serat, dan lainnya.
Baca juga: Keteladanan Rasulullah dalam Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga“Derajat makanan adalah untuk kebutuhan atau mencukupi tenaga. Makan haruslah dengan adab. Maka makanan yang banyak kalori, jarang puasa, tidak olahraga, itulah yang memberikan penyakit,” tutur dr Zaidul.
Sebab itu, untuk memperbaiki tubuh sesuai sunah Rasulullah SAW, Zaidul menerapkan pola makan sederhana tersebut dalam kehidupannya seperti makan makanan yang ada di lingkungan.
(est)