LANGIT7.ID, Jakarta - Ada cara khusus berdakwah di
komunitas yang jauh dari pemahaman agama. Penyampaiannya tetap harus ramah dan mendidik mereka, bukan marah-marah atau menghardik.
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP
Muhammadiyah, Muhammad Ziyad. Komunitas seperti LGBT, anak punk, preman dan lain-lain memiliki hak yang sama untuk bertaubat, hijrah dan masuk surga.
"Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan
dakwah, dan hak yang sama untuk masuk surga," kata Ziyad dalam tausiyah di Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah dikutip Jumat (13/10/2022).
Menurut dia, akwah kepada kelompok pinggiran yang jauh dari pemahaman agama memang memiliki tantangan tersendiri. Berbeda jika dakwah di majelis-majelis taklim yang memang diisi orang-orang baik.
Baca Juga: Strategi Dakwah Komunitas Muslim Turki di AmsterdamDi masa sekarang, dengan banyak mubaligh atau dai yang menyampaikan ajaran agama Islam dengan marah-marah, bahkan terkadang menghardik kelompok tersebut.
"Padahal dakwah itu dilakukan dengan mengajak bukan mengejek, dengan mendidik bukan menghardik, menyayangi bukan menyaingi, dan dengan empati bukan membenci," ujar dia.
Sebagai mubaligh tidak boleh menghakimi penampilan seseorang yang akan menjadi objek dakwahnya. Perlu pendekatan humanis agar mereka tertarik mendalami Islam.
"Ketika berdakwah kepada kelompok tertentu, mubaligh bisa menyamar. Tidak memakai busana muslim, berpakaian kasual tapi tentunya tidak berperilaku seperti mereka," katanya.
(bal)