LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan muncul fenomena
Friends with Benefit (FWB) di kalangan anak muda. FWB merupakan hubungan pertemanan lawan jenis yang berorientasi melakukan aktivitas seksual seperti ciuman hingga hubungan seksual. Ini tidak terlepas dari anggapan hubungan seksual di luar nikah merupakan hal lumrah.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah,
Buya Yahya, meminta agar muda-mudi muslim tidak terjebak dalam fenomena itu.
Gaul tidak harus bermaksiat. Anak muda muslim harus cerdas dalam bergaul. Tidak boleh hanya berharap validasi pertemanan yang justru terjerumus kepada hal hina seperti itu.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Terinfeksi HIV, Seks Bebas Jalur Penularan Pertama
Apalagi, FWB atau Cinta Satu Malam dilakukan hanya karena ingin dianggap 'laku'. Menurut
Buya Yahya, definisi 'laku' bisa dilihat dari sudut pandang orang cerdas dan orang bodoh.
Laku bagi orang cerdas berkaitan dengan kualitas. Tidak berkaitan dengan aktivitas hina yang melanggar syariat Islam ataupun norma-norma masyarakat. Laku bagi orang cerdas dianalogikan pada barang antik yang susah didapatkan.
Laku dalam definisi bagi orang bodoh adalah murahan. Artinya, lau berarti sangat mudah didapatkan bahkan disentuh.
Baca Juga: Prof Zubairi Djoerban: Setia Jadi Kunci Tidak Tertular HIV
Islam sangat memuliakan wanita. Buya Yahya mengingatkan agar para wanita tidak terjebak pada laku murahan hanya karena ingin dianggap gaul. FWB merupakan salah satu upaya merendahkan wanita-wanita, baik melalui media sosial maupun lingkungan masyarakat.
"Jangan punya pikiran dengan banyak peminatnya berarti itu mahal, justru itu murah bahkan lebih hina sampai terjadi hubungan seks," kata Buya Yahya di Al Bahjah TV, Kamis (20/10/2022).
Kedudukan wanita dalam Islam sangat dimuliakan. Ada aturan ketat jika seorang laki-laki ingin menyentuh atau menghalalkan wanita. Tidak mudah dijangkau. Ada beberapa jalan yang harus dilalui oleh laki-laki untuk mendapatkan wanita mulia.
Baca juga: Infeksi HIV di Usia Produktif, Ini Hikmah Larangan Zina
"Orang tuanya harus setuju, kemudian harus ada saksi dalam ikrar pernikahan. Ini yang dinamakan wanita mulia. Transaksi barang mahal itu pakai kwitansi dan bersegel. Maka, wanita mahal ta segampang itu menurut tradisi Islam," kata Buya Yahya.
Buya Yahya menegaskan, para laki-laki dan orang tua harus berfikir sesuai fitrah. Jika punya anak perempuan atau adik perempuan, maka tentu seorang laki-laki dan orang tua tidak ingin diperlakukan murah seperti itu.
"Tolong anak-anakku semuanya. Anda jangan ikut budaya iblis untuk maksiat dan menjadi pemuas pemburu nafsu. Kembalilah kepada ajaran baginda Nabi Muhammad SAW," kata Buya Yahya.
(jqf)