LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Hanan Attaki menyampaikan dalam segala dinamika hidup manusia selalu membutuhkan Allah Ta'ala untuk bersama dirinya. Bukan hanya ketika diberi ujian, akan tetapi juga ketika Allah Ta'ala memberikan nikmat kepada hamba-Nya.
"Kalau kita butuh Allah saat diuji agar kesabaran kita terjaga, karena orang yang tidak ditemani atau dibersamai oleh Allah Ta'ala ketika dia sedang diuji. Maka dia akan mudah untuk berkeluh kesah bahkan berputus asa," kata Ustadz Hanan Attaki seperti dikutip Langit7 dalam akun YouTube Hijrah Stories, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, kebersamaan Allah kepada dia saat tengah diuji itu adalah Allah Ta'ala menghibur hatinya, Allah menghidupkan hatinya dengan iman.
Baca juga: Nasihat Buya Yahya: Hiduplah dengan Kesederhanaan "Bukankah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Dan orang yang beriman apabila diingatkan dengan nama Allah, disebut nama Allah maka hatinya akan bergetar," ujarnya.
Hal ini kata
Ustadz Hanan Attaki, sebagai bentuk Allah Ta'ala membersamai hambaNya ketika dia sedang diuji. Allah menghiburnya dengan kalimat laa tahzan innallaha ma'ana, sebagai salah satu cara Allah ketika seorang hamba dalam keadaan diuji.
"Allah membersamai hamba juga ketika dia dalam keadaan diberi nikmat. Tanpa hal itu maka seseorang akan jatuh, justru kepada dosa-dosa karena dia mendapatkan banyak kenikmatan hidup. Kalau Allah Ta'ala tidak menjaga dia saat diberi nikmat, maka nikmat itu justru menjadi jalan baginya untuk terjerumus kepada banyak dosa," ungkapnya.
Lebih lanjut,
Ustadz Hanan Attaki mengatakan justru nikmat itulah yang menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengingat Allah, karena dia sibuk menikmati hidupnya hingga terhalang untuk mengingat Allah tepat waktu.
"Sibuk menikmati hidupnya terhalang dari Allah untuk bangun tengah malam, karena dia tidurnya larut dan terlalu banyak yang harus dia nikmati sebelum tidur. Dia bisa makan-makan, jalan-jalan dia bisa ngopi dan lainnya untuk bisa menghabiskan nikmat yang Allah kasih kepadanya," katanya.
Baca juga: Tafsir Al-Mu'minuun Ayat 105-106: Teguran Allah kepada Ahli Neraka Dengan kenikmatan-kenikmatan tersebut sehingga membuatnya lupa untuk menghadap kepada Allah Ta'ala. Akan tetapi ketika dia sedang diuji oleh Allah, mudah bagi dia bangkit untuk sujud dan berdo'a kepada Allah, dan ketika diberi nikmat dia lupakan Allah Ta'ala.
"Ini kalau Allah SWT tak membersamai seorang hamba ketika dia diberi nikmat, sehingga orang yang seperti ini kalau dalam keadaan terus menerus, dan dalam jangka waktu yang lama dia akan terjebak di dalam istidraj," tegasnya.
(sof)