LANGIT7.ID, Jakarta -
Nabi Muhammad SAW ternyata memiliki tujuh sahabat orang kulit hitam. Di antara mereka adalah Aiman hingga Abu Dzar yang banyak diceritakan kisahnya tapi jarang dijelaskan ciri fisiknya.
Salah satu sahabat Nabi
berkulit hitam yang paling dikenal adalah Bilal ibn Rabah. Namun, masih ada beberapa sahabat Nabi lainnya dari orang kulit hitam yang menemani Rasulullah sejak awal masa dakwahnya.
Baca Juga: Masjid Sahabat Nabi Sa’ad bin Waqqash Berdiri Kokoh di CinaLantas siapa saja mereka? Melansir About Islam, Jumat (10/2/2023), berikut 7
sahabat Nabi dari golongan orang kulit hitam:
1. Umm AymanUmm Ayman atau dikenal juga dengan Barakah adalah seorang wanita yang berasal dari Abisinia. Dia merupakan pelayan Abdullah bin Abdil Muthalib, ayah Nabi Muhammad SAW.
Ketika Aminah, ibu Nabi, meninggal, Ummu Ayman mengambil perannya sebagai pengasuh utama Muhammad kecil. Dia kemudian dibebaskan pada saat pernikahan Nabi dengan Khadijah binti Khuwaylid.
Ummu Ayman adalah salah satu pemeluk Islam pertama di Mekah dan merupakan salah satu dari mereka yang mengalami penganiayaan dari kaum Quraisy. Dia termasuk orang yang hijrah dari Mekkah ke Al-Madinah.
2. Usamah bin ZaydUsamah bin Zayd RA adalah salah satu sahabat yang dicintai Nabi. Kedua orang tua Usamah, Zayd bin Harithah, yang merupakan orang Arab, dan Umm Ayman, yang merupakan orang Etiopia, dibebaskan dari perbudakan oleh Nabi.
Usamah lahir di Mekah, tujuh tahun sebelum hijrah dan digambarkan sebagai sosok orang berkulit hitam. Sebagian besar waktu pengasuhan Usamah banyak dilakukan di rumah Nabi, berbarengan dengan cucu Nabi, Al Hasan bin Ali.
Saat remaja, Usamah dipilih oleh Nabi SAW untuk memimpin pasukan muslimin dalam ekspedisi melawan Romawi di Suriah. Usamah wafat pada tahun 61 Hijriah di Madinah pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
3. Sa'ad Al-AswadSalah satu sahabat Nabi berkulit hitam adalah Sa'ad Al-Aswad As-Sulami RA. Sa'ad berasal dari Ansar dan sempat mengalami diskriminasi di Madinah.
Dia pernah bertanya kepada Nabi (SAW) apakah dia bisa masuk surga karena posisinya yang rendah di antara umat Islam. Sa'ad kemudian syahid dalam sebuah pertempuran. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW menangisinya sambil menggendong Sa’ad di pangkuannya.
4. 'Ammar bin YasirSalah satu sahabat terkenal yang terkenal dengan keimanannya yang kuat adalah ‘Ammar bin Yasir RA. 'Ammar tergolong dalam kelompok orang yang masuk Islam pertama.
Dia dikisahkan sering mendapat siksaan. Bahkan, dia sempat mendapat siksaan kejam lantaran mempertahankan keimanannya.
Dia kemudian mendatangi Nabi dalam keadaan menangis, dan mengatakan telah keluar dari Islam secara lisan tetapi tidak bersungguh-sungguh. Nabi lantas mengusap air matanya dan bersabda: “Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)...” (QS. An-Nahl: 106).
'Ammar berpartisipasi dalam perang besar untuk melindungi komunitas Muslim, termasuk dalam perang Badr dan Uhud. 'Ammar kemudian mati syahid selama perang Siffin.
Baca Juga: Saad bin Abi Waqqash, Sahabat Rasulullah Mendakwahkan Islam di China5. Mihja’Salah satu sahabat Nabi dari golongan orang kulit hitam lainnya yang terkenal adalah Mihja' bin Shalih RA. Mihja’ adalah salah seorang pemeluk Islam pertama di Mekah dan ikut hijrah ke Madinah.
Setelah hijrah, menurut At-Tabari dan lainnya, Mihja’ adalah yang pertama syahid selama Ghazwah Badr (perang Badr).
6. Abu DzarSalah satu sahabat yang terhormat, Abu Dzar RA dikenal karena kesetiaan dan kepeduliannya terhadap orang miskin. Dia memiliki nama lengkap Abu Dzar adalah Jundab bin Junadah dari Suku Ghifar.
Pada masa Jahiliah, suku Ghifari dikenal sebagai penyembah berhala, perampok, dan suka mabuk-mabukan. Namun, Abu Dzar tak pernah mengikuti kebiasaan sukunya itu bahkan sebelum dia memeluk Islam.
Setelah bertemu Nabi, Abu Dzar dengan cepat menerima Islam. Dia pergi ke Ka'bah untuk menyatakan keimanannya di depan khalayak ramai, yang kemudian berakhir pada pemukulan terhadap dirinya oleh suku Quraisy.
Keesokan harinya, dia pun masih terus melakukan hal yang sama, dan kembali dipukuli. Setelah berhari-hari melakukan hal itu dan menghadapi pemukulan, Nabi menyuruhnya kembali ke sukunya dan menyampaikan pesan tersebut kepada sukunya.
Dia kemudian hijrah ke Al-Madinah dan berpartisipasi dalam perang Badar dan perang lainnya bersama para sahabat.
7. Ayman bin ‘UbaydSalah satu sahabat Nabi yang setia adalah Ayman bin 'Ubayd RA. Berasal dari Abisia dan merupakan anak Barakah, Ayman seorang wanita yang akhirnya dibebaskan dari perbudakan oleh Nabi.
Ayman memeluk Islam di Mekah dan melakukan hijrah demi Allah SWT ke Madinah. Dia adalah seorang penggembala dan diberi amanah oleh Nabi untuk memelihara kambing-kambingnya.
Ayman berpartisipasi dalam banyak pertempuran untuk membela Islam. Di perang Hunayn, ketika sebagian umat Islam mengalami kepanikan, Ayman adalah salah satu dari delapan orang Islam yang berdiri di samping Nabi dan membelanya. Umat Islam akhirnya memenangkan pertempuran. Ayman mati syahid dalam pertempuran.
Baca Juga:
Kisah Nabi Musa Terdiam Tujuh Hari saat Diperintah Menghadap Fir’aun
Kisah Halimah As-Sadiyah, Rasakan Berkah karena Susui Nabi SAW(gar)