LANGIT7.ID, Jakarta - Kegiatan
dakwah di zaman sekarang dapat dilakukan dengan bermacam-macam bentuknya. Tak hanya dalam sebuah majelis ilmu, kegiatan dakwah juga bisa dilakukan lewat
fesyen.
Fesyen memang kerap dimanfaatkan para
muslimah untuk berdakwah. Salah satu pesan pentingnya adalah mengajak para muslimah yang lain untuk mengenakan hijab dan menutup aurat.
Aktivis dakwah,
Syifa Fauzia mengatakan, dakwah kini tidak hanya bisa dilakukan oleh ustaz maupun ustazah saja. Umat Islam bisa turut berdakwah melalui kegiatannya, mulai dari berdagang maupun sebuah komunitas tertentu.
Baca Juga: Kaderisasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Aktif di Kegiatan Sosial"Dulu aku di Hijabers Community itu teman-teman berdakwahnya lewat fesyen, ada juga dari mereka yang dakwah dari berdagang," kata Syifa kepada
Langit7, Selasa (21/2/2023).
Menurut
Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) itu, dakwah lewat fesyen bisa lebih mengena kepada muslimah yang belum tergerak hatinya untuk menutup aurat. Hal itu lantaran fesyen menghadirkan kedekatan dengan karakter para muslimah.
Lewat fesyen, muslimah jadi lebih mengetahui perihal jenis-jenis pakaian dan jilbab syari. "Jadi aku lihat banyak teman-teman yang mereka punya usaha busana muslim yang bagus, lantas dipromosikan, kemudian dijual," ujarnya.
"Produk busana muslim ini juga sudah bisa didapatkan di mana-mana. Sehingga banyak pula akhirnya teman-teman yang lain ini tertarik untuk berhijab dan mengenakan baju lebih tertutup," lanjutnya.
Baca Juga: Manfaatkan Media Sosial, BKMT Bakal Sajikan Konten Dakwah KekinianDakwah lewat fesyen tidak hanya dilakukan melalui transaksi jual-beli atau menghadirkan produk-produk busana muslim terbaru. Namun, fesyen banyak memengaruhi kehidupan para muslimah agar menjadi lebih baik. Di antaranya melalui tutorial mengenakan jilbab, cara memadupadankan setelan pakaian, dan lainnya.
"Itu menurutku adalah bagian dari bentuk dakwah juga. Karena aku merasakan banyak yang pada akhirnya tersentuh dan mulai pakai jilbab," ungkapnya.
Syifa menilai, fesyen dan aktivitas umat Islam lainnya bisa menjadi bagian dari ragam bentuk dakwah. Intinya, dakwah membutuhkan peran sesama muslim untuk saling mengingatkan kebaikan melalui media apapun.
"Teman-teman yang kerja di kantor juga InsyaAllah bisa dapat kesempatan berdakwah. Termasuk mereka yang usaha rumahan, pabrikan, restoran, dan lainnya," tutur Syifa.
Baca Juga:
Majelis Taklim Hibrida jadi Upaya BKMT Berdakwah di Ranah Digital
Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan Dakwah(gar)