LANGIT7.ID - , Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka kembali menyelimuti umat Islam di Indonesia. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (
MUI) 1998-2000 Prof KH Ali Yafie
meninggal dunia di usia 96 tahun pada Sabtu, (25/2/2023) pukul 22.13 WIB.
KH Ali Yafie wafat setelah menjalani perawatan di RS Premier, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kompleks Menteng Residence, Jalan Menteng V Blok B7/FC 5 no. 12, Menteng Residence, Menteng Bintaro Sektor 7, Tangerang.
Baca juga: Hari Nisfu Sya'ban 2023 Menurut Ketetapan PBNURencananya, jenazah akan dimakamkan pada Ahad, 26 Februari 2023 selepas salat Dzuhur di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
KH Ali Yafie sempat menjalani perawatan pada Senin (13/2/2023) karena gangguan paru-paru dan jantung. Kondisi Kiai Ali Yafie sempat dikabarkan membaik pada saat dijenguk Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Kamis (16/2/2022) lalu.
Kiai Ma'ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI menyebut Kiai Ali Yafie sebagai sosok ulama senior yang menjadi panutan beliau.
"Beliau adalah senior saya yang baik," kata Kiai Ma'ruf dikutip MUI Online, Ahad (26/2/2023).
“Saya bergaul lama dengan beliau dan beliau seorang alim ulama besar dan punya pengetahuan yang luas. Tidak hanya masalah-masalah keagamaan, tapi juga masalah-masalah kenegaraan, kebangsaan, kemasyarakatan dan saya kira jarang ulama sekaliber beliau yang keluasan ilmunya, dan juga keketuaannya yang patut menjadi contoh teladan,” kata dia menambahkan.
Baca juga: MUI Minta Pemimpin Contoh Rasulullah dan Wali Songo dalam BerpolitikMenutup keterangan persnya, Wapres kembali menekankan bahwa Kiai Ali Yafie merupakan sosok ulama yang memiliki ilmu sangat tinggi dan diperlukan bagi masyarakat di sekitarnya, juga bangsa dan negara.
“Kita memang sangat memerlukan keadaan beliau. Walaupun beliau sudah sepuh, tapi beliau sangat mempunyai pengaruh yang besar,” ujar dia.
KH Ali Yafie lahir pada 1 September 1926 di Donggala, Sulawesi Tengah. Beliau adalah sarjanan fikih dan sempat menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1991-1992.
Pada KTT NU di Krapyak tahun 1989, Kiai Ali Yafie terpilih sebagai wakil Presiden PBNU kala itu, KH Achmad Shiddiq.
Kemudian, ketika Kiai Achmad Shiddiq wafat pada tahun 1991, Kiai Ali Yafie kemudian didaulat untuk menjalankan tugas, tanggung jawab, hak, dan wewenangnya sebagai Penjabat (Pj) Rais Aam hingga tahun 1992.
Baca juga: MUI Ingatkan Bahaya Pengelola Zakat Tak AmanahKiai Ali Yafie juga pernah mengemban amanah sebagai Pengurus Darul Dakwah Al-Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan yang didirikannya pada tahun 1947.
(est)