LANGIT7.ID, Jakarta - Ada fakta menarik tentang sikat gigi dan
orang sakit. Bagi orang-orang yang sedang sakit diwajibkan mengganti sikat giginya setelah mereka sembuh dari sakit.
Hal itu dilakukan sebagai langkah upaya dalam sterilisasi kuman dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga diharapkan orang-orang terhindar dari bakteri yang melekat di
sikat gigi.
Dokter gigi anak di Kind Smiles, California drg Gary Liu mengatakan, mengganti sikat gigi setelah terjangkit penyakit sangat penting dilakukan. Terlebih bila penyakit yang diderita terkait dengan infeksi seperti herpes mulut, flu, radang tenggorokan, dan bahkan flu biasa.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dampak Negatif Minuman Energi bagi TubuhFaktanya, kuman dapat hidup di sikat gigi antara 24 jam hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis penyakit atau bakteri tertentu.
Menurut The Dental College of Georgia di Universitas Augusta, virus flu dapat bertahan di sikat gigi hingga tiga hari. Sehingga ada risiko kecil untuk terinfeksi ulang ketika seseorang tidak mengganti sikat gigi setelah sakit.
Berikut ini beberapa tips dari para ahli terkait fakta sikat gigi dan penyakit:1. Boleh Gunakan Sikat Gigi yang Sama Saat SakitDokter gigi umum, Lauren Becker mengatakan, orang mungkin berpikir bahwa menggunakan sikat gigi yang sama saat sakit akan memperpanjang penyakit. Namun sebenarnya, faktanya tidak demikian.
"Anda dapat menggunakan sikat gigi yang sama saat Anda sakit. Tapi Anda harus segera menggantinya setelah sehat," kata Lauren dikutip dari
Huffpost, Rabu (1/3/2023).
2. Jangan Tutup Kepala Sikat Gigi Dokter anak dan pendiri Happiest Baby, Harvey Karp menuturkan, membiarkan kepala sikat gigi terbuka disarankan agar terhindar ada oksigen yang masuk. Sehingga kepala sikat gigi tidak menjadi lembab yang memudahkan bakteri berkembang biak.
"Mayoritas bakteri yang hidup di sikat gigi Anda mati jika ada oksigen. Setelah sikat gigi Anda kering, sebagian besar bakteri akan hilang," ucapnya.
Baca Juga: Benarkah Es Batu Bisa Atasi Mata Panda dan Jerawat? Cek Fakta Ilmiahnya3. Disinfeksi Sikat Gigi Dokter gigi kecantikan sekaligus pendiri Walden Dental di Texas, David Frank mengatakan, disinfeksi sikat gigi lebih dianjurkan untuk dilakukan ketimbang membuang sikat gigi.
Caranya, dengan merendam sikat ke dalam obat kumur antibakteri, larutan soda kue, larutan cuka, serta pembersih gigi tiruan. "Jangan merebus sikat gigi, tapi cukup mengalirkannya di bawah air panas, dan menggosoknya secara perlahan dengan ibu jari," ungkapnya.
4. Ganti Sikat Gigi Setiap 3 Bulan Liu dari American Dental Association, menyarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. Pasalnya, bulu sikat gigi mungkin saja akan rontok, juga adanya akumulasi mikroba.
"Namun, jika Anda sakit, Anda harus segera mengganti atau membersihkannya. Saat mengganti sikat gigi, selalu pastikan Anda menggunakan sikat gigi berbulu halus untuk pembersihan terbaik," tambah Liu.
Baca Juga:
Hukum Pasang Behel atau Kawat Gigi dalam Islam, Ada yang Dilarang Lho
Anjuran Bersiwak dari Rasulullah, Amalan Sunnah di Hari Jumat
(gar)