LANGIT7.ID - - Allah menganugerahkan
para nabi dan rasul-Nya dengan
mukjizat, sebuah kemampuan di luar nalar manusia sebagai tanda kemahabesaran Allah dan menguatkan posisi seorang utusan.
Mukjizat inilah yang digunakan para nabi dan rasul menjawab permintaan aneh dari para kaumnya.
Baca juga: Sifat Dasar Muhammad Sebelum Jadi Nabi, Peduli dan Penuh Kasih SayangKaum sejumlah nabi dan rasul mengajukan permintaan yang aneh-aneh dengan berbagai tujuan. Ada yang untuk menentramkan hati, sekedar mengolok-olok, atau menantang. Namun, seringkali setelah mukjizat terwujud, mereka tetap ingkar kepada dakwah tauhid.
1. Minta Melihat Allah
Entah apa yang ada dalam pikiran Bani Israil saat mereka meminta kepada
Nabi Musa untuk bisa melihat Allah secara langsung dengan mata kepala sendiri. Padahal, sebelum meminta melihat Allah, Bani Israel telah durhaka dengan menyembah patung anak sapi.
Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 55:
وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى نَرَى اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْكُمُ الصّٰعِقَةُ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Terjemah : (Ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum melihat Allah dengan jelas.” Maka, halilintar menyambarmu dan kamu menyaksikan(-nya).
2. Berhubungan Seksual dengan Malaikat yang Menyamar
Suatu ketika, malaikat utusan Allah datang ke rumah
Nabi Luth dalam wujud pemuda yang rupawan. Mendapati tamu seperti ini, Nabi Luth gundah, khawatir bahwa kaumnya pasti akan mengganggu mereka karena pemuda-pemuda itu menarik perhatian mereka.
Kaum Nabi Luth suka kepada lelaki (homoseks), bukan kepada wanita. Nabi Luth a.s. merasa sesak dadanya karena kedatangan tamu-tamu itu, sehingga ia berkata, “Inilah hari yang paling menyulitkan dan paling berbahaya.”
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf Selamat dari Tipu Daya Istri Pejabat Keuangan MesirDan tak lama setelah tamu itu tiba, maka kaumnya pun segera datang kepadanya dan bermaksud melakukan perbuatan keji terhadap tamu Nabi Luth itu. Dan memang sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji itu, yaitu menyukai sesama laki-laki.
Firman Allah dalam Surat Hud ayat 79:
قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِيْ بَنٰتِكَ مِنْ حَقٍّۚ وَاِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ
Terjemah : Mereka menjawab, “Sungguh, engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami inginkan.”
3. Unta Lahir dari Batu
Kaum Tsamud tidak percaya pada kerasulan
Nabi Saleh karena menurut mereka, dia adalah manusia biasa. Menurut mereka, utusan Allah harus sanggup melakukan sesuatu yang ajaib dan aneh, di mana manusia tidak sanggup melaksanakannya.
Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya. Kaum Tsamud meminta Saleh menciptakan unta betina yang hamil 10 bulan di sebuah bukit berbatu.
Quran Surat As-Syu'ara ayat 154-155
مَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ فَأْتِ بِاٰيَةٍ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Terjemah : Engkau tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Maka, datangkanlah tanda (mukjizat) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Baca juga: Kisah Nabi Syuaib dan Kaum Madyan Diguncang Gempa Hebat Hingga Tak Berbekasقَالَ هٰذِهٖ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَّلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۚ
Terjemah : Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina. Dia punya (giliran) minum dan kamu punya (giliran) minum (pula) pada hari yang ditentukan.
4. Makanan Turun Langsung dari Langit
Kaum Hawariyyun, sahabat-sahabat setia
Nabi Isa pernah menanyakan kepada Nabi Isa, apakah Allah dapat menurunkan kepada mereka suatu hidangan dari langit. Mereka telah yakin sepenuhnya tentang kekuasaan Allah, tetapi mereka menanyakan hal itu untuk lebih menentramkan hati mereka.
Sebab, apabila mereka dapat menyaksikan bahwa Allah kuasa menurunkan apa yang mereka inginkan itu, maka hati mereka akan lebih tenteram, dan iman mereka akan bertambah kuat.
Surat Al Maidah ayat 112
اِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ ۗقَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Terjemah: (Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.”
Baca juga: Kisah Nabi Musa Terdiam Tujuh Hari saat Diperintah Menghadap Firaun
5. Membelah Bulan
Kaum Quraisy Mekkah pernah meminta bukti kerasulan
Nabi Muhammad dengan membelah bulan. Mereka berkata dengan nada mengolok-olok, "Wahai Muhammad, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu,"
Melansir dari tulisan Abdul Syukkur dalam buku Uswah Rasulullah Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, Rasulullah SAW pun bertanya, "Apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab, "Coba belah bulan.”
Meski bulan sudah terbelah, kaum kafir Quraisy tetap ingkar. Firman Allah dalam surat Al Qamar ayat 1-2:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Terjemah : Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Terjemah : Jika mereka (kaum musyrik Mekkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
(est)