LANGIT7.ID - , Jakarta -
Makanan sisa yang ada di lemari pendingin biasanya dipilih untuk penunda lapar di jam-jam krusial. Sahabat hanya perlu memanaskan kembali dan menikmatinya tanpa perlu membuang waktu ekstra untuk
memasak lagi.
Namun, apakah makanan yang dipanaskan kembali aman untuk dikonsumsi?
Nah, ternyata ada beberapa makanan sehari-hari yang mungkin tidak aman bila dipanaskan ulang karena cenderung kehilangan kandungan gizinya.
Baca juga: Bumil Vegetarian, Bagaimana Pemenuhan Proteinnya?Melansir NDTV, Ahli Gizi Lokendra Tomar dari Weight Loss Clinic, Delhi, mengatakan, "Inilah aturan emas untuk memanaskan kembali makanan - jangan pernah memanaskan ulang makanan
berprotein tinggi."
Lalu apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan memanaskan ulang?
1. Sayuran dengan Nitrat Tinggi
Jika Anda memiliki
bayam atau sayuran berdaun hijau, wortel, lobak, atau bahkan seledri, hindari memanaskannya kembali dalam microwave.
Sayuran kaya nitrat ini bila dipanaskan kembali dapat berubah menjadi racun, melepaskan sifat karsinogenik, yang umumnya bersifat kanker.
Bayam mengandung zat besi tinggi, karenanya memanaskan kembali bayam dapat mengoksidasi zat besi yang ada dalam bayam. Oksidasi besi menghasilkan radikal bebas berbahaya yang dapat memicu penyakit termasuk kemandulan dan kanker.
Baca juga: Makanan Sehat, Apakah Ada yang Enak?
2. Nasi
Anda mungkin terkejut, tetapi nasi juga termasuk dalam kategori ini. Menurut Badan Standar Makanan (FSA), Anda bisa menderita keracunan apabila mengonsumsi nasi yang dipanaskan kembali. Ini karena adanya bakteri yang sangat resisten yang disebut Bacillus Cereus.
Panas membunuh
bakteri ini, tetapi dapat menghasilkan spora yang bersifat racun. Setelah nasi dipanaskan kembali dan dibiarkan pada suhu kamar, spora yang dikandungnya dapat berkembang biak, selanjutnya menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.
3. Telur
Kita semua tahu, telur tinggi akan sumber protein. Namun telur yang dimasak atau rebus dapat menyebabkan kerusakan serius jika dipanaskan berulang kali.
Setelah telur matang, sebaiknya langsung dimakan. Tetapi jika terpaksa disimpan lebih lama, hindari memanaskannya kembali.
Lebih baik makan dingin saja karena makanan berprotein tinggi mengandung banyak nitrogen, yang dapat teroksidasi karena pemanasan ulang, yang selanjutnya menyebabkan kanker.
Baca juga: Kaya Asam Lemak Omega 3, Ini Jenis Ikan Terbaik untuk Dikonsumsi
4. Ayam
Ayam panas tentu terasa sangat enak, namun, jika menyimpan kari untuk keesokan harinya, ingatlah untuk tidak memanaskannya lagi dan lagi.
Komposisi protein dalam makanan pokok ini benar-benar berubah saat dikeluarkan dari lemari es untuk dipanaskan. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan. Pastikan Anda tidak memanaskannya pada suhu tinggi.
5. Kentang
Kentang sebagai makanan pokok adalah yang terbaik dan termudah untuk disimpan, dipanaskan, dan dikonsumsi. Sayangnya, Anda perlu berpikir ulang.
Kentang adalah sumber yang kaya akan vitamin B6, potasium, dan vitamin C. Namun jika dipanaskan berulang kali, kemungkinan dapat menghasilkan Clostridium Botulinum (bakteri penyebab botulisme).
Baca juga: 6 Jenis Makanan dengan Protein Melebihi Daging MerahBahkan jika Anda membiarkan kentang matang di suhu ruangan, produksi bakteri justru akan meningkat. Jadi jika ingin menghindari pertumbuhan bakteri, sebaiknya simpan di lemari es atau dibuang jika tidak dikonsumsi dalam 1-2 hari.
6. Jamur
Dianjurkan untuk memakan jamur segera setelah dimasak. Idealnya, jamur tidak boleh disimpan untuk dikonsumsi keesokan harinya karena merupakan pembangkit protein.
Selain itu jamur memiliki jumlah mineral yang banyak dan dengan memanaskannya kembali, Anda memecah protein ini lebih jauh, menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan.
Artinya, memanaskan jamur akan menghasilkan racun yang mengandung nitrogen teroksidasi dan radikal bebas. Meskipun Anda ingin menyimpan jamur untuk keesokan harinya, pastikan Anda memakannya dalam keadaan dingin.
(est)