LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
KH Cholil Nafis mengomentari penyitaan enam koper rokok dari jemaah haji Embarkasi Surabaya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Dari enam koper tersebut, dua koper penuh berisi rokok dan empat koper lain juga berisi rokok dalam jumlah besar, tetapi bercampur dengan pakaian. Seluruh rokok dalam jumlah besar itu pun disita petugas Bea Cukai Arab Saudi.
"Hehe… persiapannya salah ini, harusnya siap2 meninggalkan rokok selama ibadah haji dan fokus ibadah dg banyak minum air zamzam. Insya Allah sehat jasmani dan rohani. Dan seusai pulang haji insya Allah mendapat haji mabrur," kata Cholil di akun Twitternya, @cholilnafis dikutip, Selasa (20/6/2023).
"Ini 2 karung rokok utk dibakar sendiri atau dijual ya?," tambah Cholil.
Baca juga :
2 Karung Rokok Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Disita Petugas Bandara JeddahMenurut Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Haryanto, meski enam koper disita, beruntung jemaah tersebut tidak ditahan otoritas Arab Saudi. Sebab, saat itu jemaah sudah lebih dulu masuk ke dalam bus untuk diberangkatkan ke Makkah al-Mukarramah bersama rombongannya.
“Nah, yang boleh dibawa adalah koper dalam keadaan kosong. Sehingga koper itu kita titipkan ke kloter berikutnya untuk disampaikan ke jamaah yang bersangkutan,” tutur Haryanto.
Haryanto menyatakan, ini merupakan temuan terbesar jemaah membawa rokok ke Tanah Suci dalam jumlah fantastis selama penyelenggaraan ibadah haji 2023. Setelah dikumpulkan, jumlah rokok yang disita mencapai dua karung besar.
Dia pun kembali mengingatkan kepada seluruh jemaah agar tidak membawa barang berlebihan ke Tanah Suci, baik berupa rokok, bumbu masakan, jamu, maupun obat-obatan.
Barang bawaan yang berlebihan bisa dicurigai sebagai upaya penyelundupan yang dapat berimplikasi pada kasus pidana. “Sejauh ini penyitaan saja yang dilakukan Bea Cukai Arab Saudi. Mudah-mudahan tidak sampai ke ranah hukum,” kata Haryanto.
(ori)