LANGIT7.ID, Bandung - Sebagai bentuk memuliakan anak yatim, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menjadikan momentum 10 Muharram sebagai Hari Anak Yatim Nasional. Menurut Uu, bersedekah kepada anak yatim pada Muharram merupakan sebuah kemuliaan.
Meski bersedekah di bulan lain tetap merupakan ibadah yang mulia, tetapi Muharram sering disebut sebagai lebarannya anak yatim. Uu dengan panggilan akrab Panglima Santri Jabar menuturkan, ada hikmah yang besar di balik memuliakan anak yatim.
Baca Juga: Inspiratif! Down Syndrome Tak Halangi Muslimah Ini Menghafal 30 Juz Al-Quran"Bulan Muharram bulan kemenangan, bulan kedamaian, bulan ketenangan, karena bulan Muharam termasuk PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) yang selalu dilaksanakan oleh umat Islam Indonesia," kata Uu secara virtual dalam kegiatan PHBI Muharam 1443 Hijriah, Selasa (31/8/2021).
Uu mengajak masyarakat Jabar untuk turut berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan. "Saya mengajak ke masyarakat perhatikan anak yatim dan lainnya," ucapnya.
Baca Juga: Mohammad Roem, Diplomat Muslim Peletak Kunci Kedaulatan RI yang TerlupakanPHBI pada momentum 10 Muharram merupakan bagian dari syiar Islam dalam menggelorakan spirit Kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Dia berharap syiar tersebut dapat membawa hikmah dan kebaikan. Apalagi di saat pandemi, selain ikhtiar yang terus dilakukan pemerintah dan berbagai pihak, penguatan spiritualitas juga mutlak dilakukan.
"Sekalipun telah ada progres, masih kita laksanakan ikhtiar untuk memutus mata rantai Covid-19, termasuk ikhtiar-ikhtiar yang bersifat ukhrawi," tuturnya. Kebersamaan harus ada keseimbangan, hari ini kita bersama para ulama kiai," ujarnya.
Baca Juga:
Oki Setiana Dewi Bahas Childfree Bareng Shindy, Ria Ricis Ingin Punya Banyak Anak
Hafidzah Sejak Belia, Ini Segudang Prestasi Wirda Mansur yang Multitalenta(asf)